CGP Desiminasi Budaya Positif Dalam Pendidikan Berpihak Pada Murid di Aceh Timur

Calon Guru Penggerak (CGP) mengadakan kegiatan desiminasi budaya positif di Gugus 7 Teuku Umur Inti SDN Seuneubok Tuha, Kecamatan Pante Bidari, Kabupaten Aceh Timur, pada Sabtu (3/8/2024).

Habapublik.com, Aceh Timur: Calon Guru Penggerak (CGP) mengadakan kegiatan desiminasi budaya positif di Gugus 7 Teuku Umur Inti SDN Seuneubok Tuha, Kecamatan Pante Bidari, Kabupaten Aceh Timur, pada Sabtu (3/8/2024).

Acara ini dihadiri oleh sejumlah kepala sekolah dan guru dari sekolah-sekolah imbas di Kecamatan Pante Bidari, serta dibuka oleh pengawas pembina, Mahdi, S.Pd. Hadir pula Ketua K3S Simpang Ulim, Munawir, S.Pd.I., M.Pd, dan pengawas pembina Kecamatan Madat Ismail, S.Pd.

Narasumber utama dalam acara ini adalah Aiyub, S.Pd., M.Pd, Kepala SDN Sijuek, yang juga merupakan salah satu CGP Rekognisi Angkatan 11 BGP Aceh dan saat ini bertugas sebagai Fasilitator Angkatan 11 di Kota Banda Aceh.

Materi yang disampaikan meliputi disiplin positif, motivasi, hukuman dan penghargaan, keyakinan kelas, lima kebutuhan dasar manusia, lima posisi kontrol guru, dan segitiga restitusi.

Tujuan utama dari desiminasi ini adalah untuk memberikan pemahaman kepada guru-guru di Gugus 7 Teuku Umur Inti SDN Seuneubok Tuha tentang peran mereka dalam membangun budaya positif melalui penerapan konsep disiplin positif dalam interaksi dengan murid.

Aiyub menjelaskan bahwa disiplin diri dapat membantu seseorang menggali potensinya dan mencapai tujuan yang bermakna. Disiplin diri juga mengajarkan cara mengontrol diri dan memilih tindakan berdasarkan nilai-nilai yang dihargai.

“Penerapan disiplin positif diharapkan dapat membentuk murid-murid yang berkarakter, berdisiplin, santun, jujur, peduli, bertanggung jawab, dan menjadi pemelajar sepanjang hayat sesuai dengan standar kompetensi lulusan yang diharapkan”, ujarnya.

Aiyub menambahkan, dengan memiliki motivasi intrinsik yang berdampak jangka panjang, murid-murid akan tetap berperilaku baik berdasarkan nilai-nilai kebajikan, tanpa dipengaruhi oleh hukuman atau hadiah eksternal.

“Harapan besar dari kegiatan ini adalah agar guru-guru dapat mengimplementasikan disiplin positif di sekolah, memperhatikan kebutuhan dasar murid, menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan nyaman, serta memposisikan diri sebagai pemantau dan manajer”, ungkap Aiyub.

Dengan demikian, diharapkan murid-murid dapat tumbuh dengan disiplin diri yang kuat, berperilaku sesuai dengan nilai-nilai kebajikan universal, dan memiliki motivasi intrinsik.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *