Harga Sembako dan Bumbu Dapur di Sabang Tidak Stabil

Persediaan Sembako dan Bumbu Dapur di salah satu pasar di Kota Sabang. Foto/Difa.

Habapublik.com, Sabang: Harga sejumlah kebutuhan pokok dan bumbu dapur pada pekan kedua dibulan Agustus 2024 ini terpantau tidak stabil. Hal ini terjadi di seluruh Pasar Rakyat Kota Sabang, disejumlah pertokoan yang menjual bapok seperti di Depan Polres Sabang, di Gampong Kota atas, dan sejumlah toko lainnya yang ada di Sabang.

Salah seorang pedagang di Pasar Rakyat Kota Sabang Annisah mengatakan, harga sejumlah bumbu dapur di Sabang ada yang turun namun ada juga yang alami kenaikan. Seperti bapok hasil pertanian mulai dari beras sphp dijual dengan harga Rp68ribu/karung ukuran 5 kg, beras kualitas medium Rp220ribu/sak, dan beras dengan kualitas premium Rp.230ribu/sak.

“Kemudian kedelai import Rp. 17ribu, Cabai merah besar dan keriting awalnya Rp.40ribu/kg naik menjadi Rp.45ribu/kg, cabai rawit Rp.60ribu/kg turun menjadi Rp.50ribu/kg, cabai hijau Rp.45ribu/kg naik menjadi Rp.50ribu/kg, bawang merah Rp.35ribu/kg turun menjadi Rp25ribu/kg dan bawang putih Rp.44ribu/kg turun menjadi Rp.42ribu/kg,” ujar Annisah, Jum’at (09/08/2024).

Sementara itu pedagang di Gampong Kuta Ateuh Yusri mengungkapkan, untuk bahan pokok hasil Industri di toko miliknya seperti gula pasir awalnya Rp.20ribu/kg turun sedikit menjadi Rp.19ribu/kg, minyak goreng curah Rp. 16.200/liter, minyak goreng premium Rp.22ribu/liter, minyak kita Rp.16ribu/liter dan tepung terigu dengan harga Rp.13ribu/kg.

Selain itu telur ayam yang juga masuk dalam salah satu kebutuhan utama masyarakat, seperti telur ayam kampung Rp.90ribu/papan, telur ayam ras Rp.55ribu/papan.

“Untuk bapok lainnya, seperti bawang Bombay dari Rp.40ribu/kg naik menjadi Rp.50ribu/kg, tomat Rp.9ribu/kg naik menjadi Rp.10ribu/kg, kentang Rp.20ribu/kg, ketimun Rp.10ribu/kg. Untuk jenis sayur-sayuran seperti sawi hijau Rp.20ribu/kg, kangkung Rp.12ribu/kg, dan kacang Panjang Rp.20ribu/kg,” kata Amad.

Sejumlah pedagang bapok di Kota Sabang mengaku, stok kebutuhan bapok dan bumbu dapur yang mereka miliki, diperkirakan mampu memenuhi kebutuhan masyarakat hingga akhir Agustus 2024 mendatang.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *