Menteri Kelautan dan Perikanan Melakukan Groudbreaking SKPT Di Gampong Ie Meulee

Menteri Kelautan dan Perikanan RI, Sakti Wahyu Trenggono didampingi Pj. Gubernur Aceh, Dr. Drs. Safrizal, ZA. M. Si melakukan Groundbreaking Pembangunan Pelabuhan Perikanan ie Meulee Sentra Kelauatan dan Perikanan Terpadu, ie Meulee, Sabang, Senin, 26/08/2024.Foto/Difa.

Habapublik.com, Sabang : Kehadiran Sentra Kelautan Dan Perikanan Terpadu (SKPT) di Kawasan Ie Meulee Kota Sabang, nantinya diharapkan dapat meningkatkan ekonomi warga terutama nelayan di Sabang.

Sedangkan pembangunan SKPT sendiri merupakan salah satu rangkaian dari kebijakan Pemerintah yakni menerapkan kebijakan ekonomi biru, untuk mewujudkan Indonesia sebagai Poros Maritim Dunia.

Menteri Kelautan Dan Periknan Sakti Wahyu Trenggono memaparkan, Pembangunan SKPT Ie Meule sendiri bersumber dari dana hibah Pemerintah Jepang. Dia mengatakan, kebijakan ekonomi biru merupakan landasan berpijak agar Indonesia siap menghadapi tantangan dimasa depan.

Pihaknya mendata kebutuhan protein dunia akan meningkat hingga 70 persen sesuai laporan FAO dan diperkirakan permintaan ikan global akan meningkat berlipat pada tahun 2020 hingga 2050.

“Saya yakin dan percaya, pengelolaan yang semakin baik dan sinergi yang terus terbangun dengan berbagai pemangku kepentingan, daerah ini akan terus tumbuh dan berkembang menjadi salah satu sentra pembangunan kelautan dan perikanan di masa depan,” ujar Sakti Wahyu, Senin (26/08/2024).

Dia menyebutkan, lima program utama daam kebijakan ekonomi biru seperti memperluas kawasan konservasi, penangkapan ikan terukur dan berbasis dara, pengembangan budidaya laut / pesisir / dan dapat berkelanjutan, pengelolaan dan pengawasan pesisir dan pulau-pulau kecil, serta penanganan sampah plastik melalui gerakan Partisipasi para nelayan.

Sementara itu, Dirjen Perikanan Tangkap Lotharia Latief mengatakan, Kementrian Kelautan dan Perikanan terus berupaya menjadikan Pelabuhan perikanan yang modern, ramah lingkungan dan melayani, salah satunya dengan mendukung program prioritas KKP yakni program penangkapan ikan terukur (PIT).

Selain itu, pengembangan Pelabuhan Perikanan Ie Meule pada tahap kontruksi diharapkan dapat melibatkan dan mengutamakan tenaga kerja lokal sesuai kebutuhan dan kualifiksi.

“Kami harap pembangunan Pelabuhan Perikanan ini dapat berdampak positif terhadap perekonomian nelayan lokal khususnya nelayan tradisional, dengan memperhatikan keberlanjutan sumberdaya perikanan yang menjadi sumber perekonomian masyarakat,” kata Lotharia.

Kegiatan juga dirangkai peletakan batu perdana pembenguna konstuksi SKPT Ie Meulee oleh Menteri, Dirjen Perikanan tangkap dan PJ Walikota Sabang. Turut hadir unsur Kementerian dan Kelautan, perwakilan kedutaa besar jepang untuk Indonesia, senior representatif japan international coorporation agency, Forkopimda Sabang seta masyarakat nelayan.

Dari informasi yang dihimpun wartawan habapublik.com, fasilitas yang dimiliki SKPT Ie Meule diantaranya alat pendingin ikan, produksi balok es dan juga rencana pembangunan koperasi nelayan.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *