Puskesmas Cot Bau Sabang Laksanakan Fogging di Gampong Rawan DBD

Puskesmas Cot Bau Sabang melaksanakan fogging khusus di area rumah pasien Demam Berdarah Dengue (DBD) di Gampong Cot Abeuk dan Cot Bau Kecamatan Sukajaya Sabang. Foto/Difa.

Habapublik.com, Sabang : Puskesmas Cot Bau Sabang melaksanakan fogging khusus di area rumah pasien Demam Berdarah Dengue (DBD) di Gampong Cot Abeuk dan Cot Bau Kecamatan Sukajaya Sabang. Kegiatan ini bertujuan untuk memutus rantai penularan penyakit DBD yang disebabkan oleh gigitan nyamuk Aedes aegypti.

Selain melakukan fogging, Puskesmas Cot Bau juga telah membagikan bubuk Abate kepada warga sejak sebulan lalu. upaya ini diharapkan dapat mengurangi populasi jentik nyamuk di lingkungan sekitar.

Kepala UPTD Puskesmas Cot Bau Ariyani mengatakan, sejak dua bulan terakhir ini terdapat dua kasus DBD di Cot Bau dan satu kasus di Cot Abeuk. Pasien dirawat di RSUD Sabang, dan saat ini telah dinyatakan sembuh total.

“Jadi begitu mengetahui ada angka DBD diwilayah kerja kami, tim surveilans Puskesmas langsung melakukan penyelidikan epidemiologi di rumah pasien untuk mengetahui sumber penularan DBD. Hasil penyelidikan menunjukkan bahwa faktor lingkungan, terutama genangan air, menjadi penyebab utama meningkatnya populasi jentik nyamuk Aedes aegypti, maka kita lakukan fogging diaera tersebut,” ujar Ariyani, Minggu (20/10/2024).

Sebagai upaya mencegah penyebaran penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD), seluruh masyarakat diminta untuk selalu menjaga kebersihan lingkungan sekitar dan perlu aktif dalam membersihkan lingkungan, terutama menjelang musim hujan. Ia menekankan, pentingnya menguras tempat penampungan air secara rutin dan menggunakan obat nyamuk.

“DBD merupakan penyakit yang dapat berakibat fatal jika tidak ditangani dengan baik. Oleh karena itu, menjaga kebersihan lingkungan sangatlah penting. Pastikan tidak ada genangan air yang dapat menjadi sarang nyamuk Aedes aegypti,” tambahnya.

Ariyani berharap masyarakat dapat mengambil langkah proaktif untuk mencegah penyebaran penyakit ini. Serta dapat segera melaporkan setiap kasus DBD kepada pihak berwenang dan berpartisipasi dalam kegiatan bersih-bersih lingkungan di sekitar.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *