Habapublik.com, Sabang: Angka prevalensi stunting di Kota Sabang terus menunjukkan tren penurunan. Berdasarkan data yang dihimpun oleh Dinas Kesehatan dan Keluarga Berencana (Dinkes dan KB) Kota Sabang, pada September 2024 tercatat sebanyak 255 anak atau 8,9% dari total 2.944 anak yang menjadi sasaran mengalami stunting.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2M) Dinkes Kota Sabang, dr. Pricilia Casandra Golda, menjelaskan Jumlah tersebut menurun menjadi 247 anak atau 8,32% dari total 2.969 anak pada Oktober 2024. penurunan angka stunting ini tidak lepas dari berbagai intervensi strategis yang telah dilakukan.
“Kami terus melakukan edukasi, pendampingan gizi, serta pemberian makanan tambahan (PMT) kepada anak-anak dan ibu hamil yang rentan. Selain itu, kami juga melibatkan lintas sektor dalam upaya pencegahan stunting,” ujar dr. Golda, Sabtu (30/11/2024).
Ia menjelaskan, keberhasilan ini juga didukung oleh komitmen masyarakat dalam menjaga pola asuh, pola makan, serta akses terhadap layanan kesehatan. Sebagai langkah lanjutan, Dinkes dan KB Kota Sabang berencana meningkatkan cakupan program gizi spesifik dan sensitif di seluruh gampong.
“Selain itu, pelibatan kader posyandu dan penguatan koordinasi lintas sektor menjadi prioritas untuk memastikan anak-anak di Sabang tumbuh sehat dan cerdas. Jadi dengan berbagai upaya ini, kami optimistis angka ini dapat terus ditekan dengan dukungan semua pihak,” lanjutnya.
Komitmen kuat dari Dinkes dan KB ini sejalan dengan target pemerintah untuk menurunkan angka stunting secara nasional, sekaligus menciptakan generasi muda Sabang yang berkualitas. Ia berharap, agar sinergisitas seluruh pihak terus diperkuat dalam upaya menurunkan angka stunting di Sabang.(*)












