Mengenang Tsunami, Panglima Laot Sabang Imbau Nelayan Tak Melaut Dua Hari

Para nelayan di Kota Sabang tidak melaut selama dua hari dalam rangka mengenang Tsunami. Pantangan ini diberlakukan mulai Kamis, 26 Desember 2024, pukul 06.00 WIB, hingga Jumat, 27 Desember 2024, pukul 14.00 WIB. Foto/Difa.

Habapublik.com, Sabang : Dalam rangka memperingati 20 tahun tragedi tsunami Aceh, Panglima Laot Lhok Ie Meule, Samsul Bahri, mengimbau kepada seluruh nelayan di Kota Sabang untuk tidak melaut. Pantangan ini diberlakukan mulai Kamis, 26 Desember 2024, pukul 06.00 WIB, hingga Jumat, 27 Desember 2024, pukul 14.00 WIB.

Keputusan ini merupakan bagian dari tradisi penghormatan dan doa bersama untuk mengenang para korban tsunami yang melanda Aceh pada 26 Desember 2004 silam. Selain itu, momentum ini juga dimanfaatkan untuk mempererat tali silaturahmi di kalangan nelayan dan masyarakat pesisir.

Samsul Bahri menjelaskan, pantangan melaut ini bukan hanya sekadar simbol, tetapi juga sebagai bentuk introspeksi atas kuasa Allah SWT. Sebagai gantinya, nelayan dan masyarakat pesisir akan mengikuti kegiatan doa bersama, zikir akbar. Beberapa masjid dan balai nelayan telah disiapkan sebagai pusat pelaksanaan kegiatan ini.

“Ini adalah waktu untuk berdoa, merenung, dan mengingat betapa dahsyatnya tragedi yang pernah melanda kita. Melalui pantangan ini, kita menunjukkan rasa hormat dan solidaritas terhadap mereka yang menjadi korban,” ungkapnya, Kamis (26/12/2024).

Masyarakat diharapkan mendukung penuh kebijakan ini. Panglima Laot juga meminta agar semua pihak turut menjaga ketertiban selama pantangan berlangsung dan menghormati keputusan adat yang telah disepakati bersama.

“Dengan adanya tradisi seperti ini, diharapkan semangat kebersamaan dan nilai-nilai kearifan lokal di Sabang tetap terjaga, sekaligus menjadi pengingat agar masyarakat selalu waspada terhadap bencana alam,” tutupnya.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *