Habapublik.com, Meureudu: Pemerintah Kabupaten Pidie Jaya (Pemkab Pijay) terus menunjukkan komitmennya dalam menangani permasalahan Orang dengan Gangguan Jiwa (ODGJ).
Rapat khusus yang digelar di Ruang Rapat RSJ Aceh, Banda Aceh pada Jumat (17/1/2025) bersama Direktur RSJ Aceh, Dr. Hanif. Didamping jajaran Dinkes Pijay, Pj Bupati Pijay T. Ahmad Dadek membahas mengenai langkah pemulangan ODGJ yang terlantar ke daerah asal mereka masing-masing.
Pj Bupati dalam hal itu menegaskan pentingnya langkah-langkah terpadu untuk memastikan ODGJ mendapatkan perlakuan yang manusiawi serta akses ke layanan kesehatan mental. “Delapan ODGJ asal Pijay telah dinyatakan sembuh secara klinis akan dipulangkan ke daerah masing-masing pada Kamis (23/1/2025),” kata Pj Bupati.
Dijelaskan, Jumat (24/1/2025), delapan warga ODGJ lainnya yang masih dalam kondisi dipasung akan dibawa ke Banda Aceh untuk mendapatkan perawatan medis di RSJ Aceh. Untuk sementara waktu ditempatkan di fasilitas rehabilitasi RSJ di Kuta Malaka untuk menjalani program pemulihan sosial sebelum kembali ke masyarakat.
“Pemulangan ODGJ ini bukan hanya soal memulangkan mereka, tetapi juga memastikan mereka mendapat pendampingan dan reintegrasi yang baik di komunitasnya,” tambahnya.
Setelah melakukan kunjungan ke RSJ Aceh, Banda Aceh, Pj Bupati yang juga Kepala Bapedda Aceh ini melakukan kunjungan langsung ke Kuta Malaka, diketahui sebagai tempat transit bagi ODGJ yang kambuh berulang.
Di lokasi tersebut, pasien yang telah dinyatakan sembuh secara klinis diberdayakan untuk memulai usaha pertanian dan peternakan. Kegiatan ini dirancang untuk membantu mereka membangun rasa percaya diri dan kemampuan agar siap kembali berinteraksi dengan masyarakat.
“Kuta Malaka bukan hanya tempat transit, tetapi juga pusat pemberdayaan. Kami ingin memastikan saudara-saudara kita memiliki bekal keterampilan agar mereka dapat menjalani kehidupan yang mandiri dan bermartabat setelah meninggalkan fasilitas rehabilitasi ini,” ujarnya.
Selaras dengan itu Direktur RSJ Aceh, Dr. Hanif menyebutkan RSJ Aceh terus berupaya meningkatkan layanan dengan berbagai perbaikan fasilitas. Selain itu, Ia mengakui bahwa tantangan besar dalam menangani pasien ODGJ.
“Memastikan mereka dapat kembali berfungsi secara sosial setelah perawatan selesai. Untuk mendukung itu, RSJ Aceh mengembangkan program pelatihan berbasis keterampilan seperti pertanian dan peternakan di Kuta Malaka,” pungkas Dr. Hanif yang juga putra asal Pijay. (*)












