Daerah  

Lepas Keberangkatan Jemaah Haji, Bupati Gayo Lues Titip Harapan Kebangkitan Daerah di Tanah Suci

Bupati Gayo Lues, Suhaidi dan Forkopimda foto bersama saat pelepasan 70 calon jemaah haji Gayo Lues di Masjid Ash-Sholihin, Senin (11/5/2026). Foto: Foto: Kamsah.

Habapublik.com, Blangkejeren – Tangis haru, lantunan talbiyah, dan doa yang menggema di Masjid Ash-Sholihin mewarnai pelepasan 70 calon jemaah haji Kabupaten Gayo Lues tahun 2026, Senin (11/5/2026).

Di tengah suasana religius itu, Bupati Gayo Lues, Suhaidi, menitipkan satu harapan besar kepada para tamu Allah: mendoakan Gayo Lues agar segera bangkit dari ujian bencana yang melanda daerah tersebut.

Dengan penuh khidmat, satu per satu jemaah dilepas menuju Banda Aceh sebelum melanjutkan perjalanan suci ke Tanah Suci Makkah. Keberangkatan ini bukan sekadar perjalanan ibadah, tetapi juga membawa harapan dan doa seluruh masyarakat Gayo Lues.

Rombongan dijadwalkan tiba di Hotel Diana, Banda Aceh, pada Senin malam pukul 22.30 WIB dan selanjutnya masuk ke Embarkasi Haji Banda Aceh pada Selasa pukul 13.00 WIB.

Dalam sambutannya, Bupati Suhaidi mengaku bersyukur karena para jemaah akhirnya dapat diberangkatkan di tengah situasi global yang sempat menimbulkan kekhawatiran.

“Saya sempat cemas melihat kondisi dunia dan konflik di tanah Arab. Namun alhamdulillah, tahun ini jemaah haji dari Gayo Lues tetap dapat berangkat menunaikan rukun Islam kelima,” ujarnya.

Meski prosesi pelepasan dilakukan secara sederhana, nuansa sakral dan kekeluargaan terasa begitu mendalam. Pemerintah daerah sebelumnya berencana menggelar pelepasan di pendopo bupati, namun dibatalkan menyusul surat edaran Kementerian Dalam Negeri yang mengimbau agar seremoni dibuat singkat demi menjaga stamina dan kesiapan mental para jemaah.

Bupati Gayo Lues, Suhaidi dan Forkopimda foto bersama saat pelepasan 70 calon jemaah haji Gayo Lues di Masjid Ash-Sholihin, Senin (11/5/2026). Foto: Foto: Kamsah.

Namun di balik kesederhanaan itu, perhatian Pemkab Gayo Lues terhadap para calon jemaah tetap maksimal. Mulai dari fasilitas transportasi, konsumsi, akomodasi, hingga pengurusan administrasi dipastikan berjalan maksimal demi kenyamanan dan keselamatan para jemaah selama perjalanan.

Pada momen penuh emosi itu, Bupati Suhaidi juga menyampaikan pesan yang menyentuh hati. Ia meminta para jemaah menyelipkan doa untuk Gayo Lues di setiap sujud dan munajat mereka di depan Ka’bah.

“Kami titipkan Gayo Lues kepada Bapak dan Ibu semua. Doakan daerah ini segera pulih dari bencana, diberi keselamatan, keberkahan, dan mampu bangkit lebih kuat,” ucapnya dengan suara bergetar.

Permintaan itu sontak membuat suasana semakin haru. Sebab, di tengah perjalanan spiritual menuju Baitullah, para jemaah juga membawa amanah dan harapan masyarakat yang tengah berjuang bangkit dari musibah.

Doa dan pelukan keluarga mengiringi keberangkatan para jemaah. Wajah-wajah penuh harap tampak melepas orang-orang tercinta menuju perjalanan suci yang telah lama dinantikan.

Pemerintah Kabupaten Gayo Lues pun berharap seluruh jemaah diberikan kesehatan, kemudahan, dan kelancaran dalam menjalankan seluruh rangkaian ibadah haji, serta kembali ke tanah air dengan predikat haji dan hajjah yang mabrur.

Di tengah ujian yang sedang dihadapi daerah, keberangkatan para tamu Allah ini menjadi cahaya harapan bagi Gayo Lues — bahwa doa dari Tanah Suci diyakini mampu menguatkan langkah daerah untuk bangkit, pulih, dan kembali tersenyum.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *