Habapublik.com, Banda Aceh : Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI Asal Aceh H. Sudirman atau Haji Uma mengecam Penembakan Pekerja Migran Indonesia di Malaysia. Dia menegaskan aksi ini mengarah kepada pelanggaran HAM.
Peristiwa penembakan terhadap pekerja migran Indonesia tersebut terjadi di Malaysia pada Jumat (25/1/2025), oleh petugas Agensi Penguatkuasaan Maritim Malaysia (APMM), di kawasan Selangor Malaysia menjadi sorotan berbagai pihak di dalam negeri.
Adanya perlawanan oleh para pekerja migran yang menjaid alasan dilakukannya penembakan dibantah dan di kecam keras oleh Anggota DPD RI asal Aceh Haji Sudirman (Haji Uma) yang mengaku sudah berbicara dengan salah satu saksi mata dan menurut saksi mata sekaligus korban itu tidak ada perlawanan.
Dua diantara korban yang terkena tembakan adalah warga Aceh masing-masing Muhammad Hanafiah asal Bugeng Peurelak dan Andre Ramadhan asal Pante Jaya Pidie Jaya.
“Saya terkonfirmasi dan sekarang udah kita amankan. sudah berbicara dengan korban Andre Ramadhan sendiri kena di lengan sebelah kanan, dan menurut dia tidak ada perlawan dari warga indonesia, memang sempat terjadi kejar-kejaran 2 kapal motor milik APMM Malaysia dengan para pekerja, namun mereka menembak membabi buta ini tidak di benarkan terhadap warga sipil.
Ada upaya mendramatisir kejadian ini. Bila memang salah masyarakat sipil ini ada hukumnya, ada sangsinya. Buka menembak membabi buta. ini benar-benar melanggar HAM. Mereka hanya bekerja utuk keluarganya,” tegas Haji Uma, Senin (03/02/2025).
Dengan fakta dia meminta Pemerintah segera mengambil langkah-langkah yang di perlukan agar daramatisir dari pihak Polisi Malaysia ini di akhiri. Karena sudah berkembang dengan tuduhan adanya perlawanan terhadap petugas oleh pekerja indonesia itu. Dia mengaku dirnya sudah meminta dan berkonsultasi dengan Kementerian Luar Negeri agar kasus ini dapat di selidiki, sehingga pihak yang bersalah dapat segera di ambil tindakan hukum.
“Kita mengecam keras peristiwa ini, dan pemerintah indonesia sudah mengirim nota keberatan kepada pemerintah Malaysia, agar kasus ini diselidiki dan memberikan hukuman kepada yang bersalah” kata Haji Uma.
Saat ini dia mengaku sudah mengamankan saksi mata dan korban yang telah memberikan keterangan terhadap peristiwa itu. Dirinya meminta pemerintah Malaysia bertanggung jawab atas peristiwa ini dan menghimbau para pekerja migran menghindari jalur ilegal, Sekaligus meminta agar pemerintah mengevaluasi kembali sistim ketenagakerjaan keluar negeri agar lebih mudah secara prosedur.(*)












