Habapublik.com, Sabang : Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Sabang menggelar Rapat Konsolidasi Stakeholder terkait Layanan Asesmen Terpadu (TAT) bagi pelaku tindak pidana narkotika di Aula BNN Sabang. Kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat koordinasi antarinstansi guna memastikan proses hukum dan rehabilitasi berjalan lebih optimal.
Kepala BNN Kota Sabang, Dahlia Sungkar, menegaskan layanan asesmen terpadu menjadi instrumen penting dalam sistem rehabilitasi dan penegakan hukum bagi penyalahguna narkotika. Rapat ini membahas efektivitas layanan asesmen, tantangan dalam pelaksanaannya, serta strategi untuk memastikan keberlanjutan program ke depannya.
“Koordinasi lintas sektor sangat diperlukan agar proses asesmen lebih efektif. Kita juga perlu menyelaraskan regulasi serta meningkatkan sosialisasi kepada aparat penegak hukum dan masyarakat tentang manfaat layanan asesmen terpadu,” ujar Dahlia, Kamis (20/02/2025).
Sebagai tindak lanjut, para stakeholder sepakat untuk mengoptimalkan kerja sama antarinstansi, meningkatkan kapasitas tim asesmen, serta melakukan evaluasi berkala guna meningkatkan kualitas layanan. Langkah-langkah konkret akan diambil agar layanan ini lebih efektif dan memberikan dampak nyata bagi upaya rehabilitasi penyalahguna narkotika.
“Dengan adanya sinergi yang kuat antara instansi pemerintah, aparat penegak hukum, serta masyarakat, diharapkan layanan asesmen terpadu dapat berkontribusi lebih maksimal dalam menciptakan lingkungan yang bebas dari narkoba, sejalan dengan visi Indonesia Bersinar—Bersih dari Narkoba,” tambahnya.
Rapat ini dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan, Ketua Tim Asesmen Terpadu, Tim Humas, Wakapolres dan Kasat Narkoba Polres Kota Sabang, Kasi Pidum Kejaksaan, Penyidik Bea Cukai, Panitera Pengadilan Negeri, KSU Rutan Kelas IIB, serta Kabid Intelijen Kesbangpol Kota Sabang.
Para peserta berdiskusi mengenai langkah-langkah peningkatan efektivitas layanan asesmen guna menciptakan lingkungan yang lebih bebas dari narkoba.(*)












