Penyakit Hipertensi dan Diabetes Dominasi Kasus Kesehatan di Sabang

Salah seorang warga Sabang melakukan pemeriksaan tekanan darah di Puskesmas Cot Bau. Foto/Difa.

Habapublik.com, Sabang : Penyakit hipertensi dan diabetes melitus masih menjadi ancaman utama bagi masyarakat Kota Sabang. Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Kota Sabang, sepanjang tahun 2024, kasus hipertensi tercatat sebanyak 2.968 kasus, sementara pada Januari 2025 angka tersebut mencapai 692 kasus.

Kepala Dinas Kesehatan dan Keluarga melalui Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan dan Keluarga Berencana Kota Sabang, dr. Prisilya Casandra Golda mengatakan, di sisi lain, penyakit diabetes melitus juga menunjukkan angka yang cukup tinggi dengan 1.144 kasus selama tahun 2024 dan 598 kasus baru yang tercatat hanya dalam satu bulan pertama tahun 2025.

“Jadi di Sabang itu yang paling banyak kasus kesehatan adalah hipertensi dan diabetes melitus. Penyebab utamanya kita bisa terkena kedua penyakit ini adalah karena pola hidup yang kurang sehat,” ujar Golda, Sabtu (23/02/2025).

Ia juga menjelaskan bahwa diabetes melitus sering kali dipengaruhi oleh faktor keturunan, yang berkaitan erat dengan pola hidup yang serupa dalam satu keluarga.

Oleh karena itu, langkah paling penting dalam upaya pencegahan adalah dengan merubah pola hidup ke arah yang lebih sehat dengan kurangi konsumsi garam dan gula, serta rutin konsumsi buah dan sayur.

“Jadi solusinya itu kita harus menerapkan pola hidup sehat guna menekan angka kejadian kedua penyakit tersebut. Makanan dan minuman apapun yang kita konsumsi harus tetap diimbangi dengan minum air putih yang cukup, minimal delapan gelas per hari,” tambahnya.

Dengan terus meningkatnya angka kasus hipertensi dan diabetes melitus di Sabang, diharapkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya gaya hidup sehat semakin tinggi agar dapat menekan angka kejadian penyakit tidak menular ini di masa mendatang.

Selain kedua penyakit tersebut, penyakit yang juga banyak diderita oleh warga Sabang pada Januari 2025 ini seperti seperti Ispa sebanyak 396 kasus, influenza 183 kasus dan diare 49 kasus.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *