Ragam  

KAMKA Aceh Gelar Sosialisasi Hasil Rakernas 2023 dan Buka Puasa Bersama

Suasana buka puasa bersama DPW HAMKA Aceh usai sosialisasi hasil rakernas DPP KAMKA, bertempat di Pagar Air, Ingin Jaya, Aceh Besar (18/3/2025).

Habapublik.com, Aceh Besar: Dewan pengurus wilayah Keluarga muslim Karo (DPW KAMKA) Aceh menggelar buka puasa bersama pengurus inti dan sosialisasi hasil rapat kerja nasional (Rakernas) oleh Ketua I DPP KAMKA. Kegiatan tersebut digelar di Gampong Pagar Air, Kecamatan Ingin Jaya, Kabupaten Aceh Besar pada Selasa (18/3/2025) sore hingga malam.

Ketua Umum DPW KAMKA Aceh, Dr. Muhamad Saleh Ginting M.Pd., dalam sambutannya mengungkapkan pihaknya masih berkonsentrasi dalam hal konsolidasi struktural selepas dilantik pada 23/2/2025 lalu.

“Kita masih berkonsolidasi secara internal agar perjalanan ke depan menjadi lebih baik dan lebih mudah. Karenanya kita sangat bahagia mendapat atensi dan asistensi dari pengurus pusat”, ujar dosen Universitas Serambi Mekkah itu.

Di samping itu, imbuhnya kemudian, pihaknya juga terus menghimpun keluarga-keluarga muslim Karo yang berdomisili di berbagai daerah Kabupaten/Kota se Aceh.

Ketua I DPP KAMKA, Prof. Sya’ad Afifuddin S Keloko. SE., M.Ec., mengungkapkan, rapat kerja nasional yang digelar di Padang pada tahun 2023 lalu merupakan ikhtiar evaluasi program yang telah dilaksanakan dan menyusun program-program organisasi ke depan.

“Hasil rakernas itu menjadi acuan dalam menjalankan gerak roda organisasi selama periode kepengurusan 2022-2027 DPP KAMKA dan semua jejaring di bawahnya”, kata Prof. Sya’ad Keloko.

KAMKA Pusat, ujar Prof. Sya’ad Keloko menambahkan, memiliki beragam program yang dilaksanakan oleh Departemen. Di antaranya, secretariat dan organisasi, kaderisasi, dakwah, Pendidikan, permberdayaan Perempuan, kebudayaan dan pemuda serta lainnya.

Menjelang waktu berbuka, taushiah disampaikan Ahmad Arif Ginting, Wakil Sekretaris DPW KAMKA Aceh. Arif mengingatkan dan mengajak agar selalu mengedepankan sikap pertengahan dan menghindari sikap berlebihan dalam mengarungi bahtera kehidupan dengan segala dinamikanya.

“Segala sesuatu yang dilakukan secara berlebihan, biasanya berujung kurang baik. Al Qur’an dengan tegas menuntunkan agar tidak terlalu cinta dan atau benci. Sebab bisa saja akan terjadi kebalikannya”, kata Arif.

Sebagai informasi, di antara menu yang dihidangkan tuan rumah, ada dua kuliner khas suku Karo. Pertama, kertak yaitu sayuran khusus dari jantung pisang berwarna hijau ditambah santan dan kacang hijau serta asam cikala. Kedua, lemang-lemang yaitu gulai daging ayam dengan campuran asam cikala.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *