Ragam  

BI Provinsi Aceh Gandeng Dinas Perpustakaan Sabang Gelar Bincang Literasi

Bank Indonesia (BI) Provinsi Aceh bekerja sama dengan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Sabang menggelar kegiatan Bincang Literasi dalam rangka memperingati Hari Buku Sedunia. Kegiatan ini menjadi yang pertama kalinya dilaksanakan di Aula Gedung Layanan Perpustakaan Daerah Kota Sabang. Foto/Difa.

Habapublik.com, Sabang: Bank Indonesia (BI) Provinsi Aceh bekerja sama dengan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Sabang menggelar kegiatan Bincang Literasi dalam rangka memperingati Hari Buku Sedunia. Kegiatan ini menjadi yang pertama kalinya dilaksanakan di Aula Gedung Layanan Perpustakaan Daerah Kota Sabang.

Kegiatan ini dihadiri oleh siswa-siswi dari SMA Negeri 1, SMK Negeri 1, dan MAN 1 Kota Sabang, serta sejumlah guru dan undangan lainnya. Acara berlangsung edukatif dengan mengangkat tema “Confidence in You” untuk mendorong literasi dan kepercayaan diri di kalangan pelajar.

Kepala Tim Implementasi Kebijakan Ekonomi dan Keuangan Daerah KEKDA Bank Indonesia Provinsi Aceh Lenny mengatakan, Bincang Literasi ini dilaksanakan untuk memberikan edukasi kepada masyarakat, terutama pelajar, tentang pentingnya stabilitas keuangan dan transformasi digital. Ia menekankan pentingnya literasi digital di era teknologi agar masyarakat tidak hanya menjadi pengguna tetapi juga memahami risiko serta peluangnya.

“Digital kini menjadi bagian tak terpisahkan dari hidup kita, dan BI bersama BSI serta Bank Aceh terus mendorong transformasi sistem keuangan ke arah digital. Anak-anak sudah terbiasa bertransaksi online, tapi belum tentu memahami risikonya, sehingga literasi digital harus terus didampingi dengan bijak,” ujar Lenny, Selasa (27/05/2025).

Sementara itu Kepala Dinas Perpustakaan Dan Kearsipan Kota Sabang Muhammad Amin menyampaikan, meski gedung perpustakaan masih memiliki keterbatasan fasilitas, pihaknya berupaya menjadikannya ruang yang ramah dan edukatif bagi masyarakat. Ia juga berharap kegiatan seperti ini dapat terus berlanjut ke depan dan semakin melibatkan masyarakat luas.

“Literasi bukanlah sekedar kemampuan membaca dan menulis, tetapi juga kemampuan untuk memahami, mengolah, dan menyampaikan informasi dengan bijak. Ke depan, kami akan menyiapkan ruang bermain anak dan pelatihan literasi agar perpustakaan menjadi lebih inklusif dan menyenangkan,” kata M.Amin.

Selain sesi edukasi dari Bank Indonesia, acara juga menghadirkan penulis muda asal Aceh, Cut Vivia Thalita, yang berbagi pengalaman menulis bukunya kepada para peserta. Hal ini diharapkan dapat menginspirasi pelajar untuk lebih giat membaca dan menulis di tengah tantangan era digital.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *