Kemenag Sabang Sosialisasi Kurikulum Berbasis Cinta 2025

Kementerian Agama Kota Sabang menyelenggarakan sosialisasi kurikulum berbasis cinta dengan pendekatan deep learning, Jumat (8/8/2025). Kegiatan ini juga dirangkai dengan pengukuhan MGMP, KKG, dan Madrasah se-Kota Sabang. Foto/Difa.

Habapublik.com, Sabang : Kementerian Agama Kota Sabang menyelenggarakan sosialisasi kurikulum berbasis cinta dengan pendekatan deep learning, Jumat (8/8/2025). Kegiatan ini juga dirangkai dengan pengukuhan MGMP, KKG, dan Madrasah se-Kota Sabang.

Kasi Pendidikan Madrasah Kantor Kemenag Kota Sabang, Hj. Nuranifah, S.Ag, M.Pd, mengatakan kegiatan ini bertujuan meningkatkan kompetensi guru, kepala madrasah, serta tenaga kependidikan di lingkungan Kemenag. Ia menyebutkan bahwa kurikulum ini sejalan dengan arah kebijakan nasional Kementerian Agama RI.

“Kurikulum berbasis cinta ini mengajarkan nilai-nilai kasih sayang, kepedulian sosial, spiritualitas. Serta cinta lingkungan agar tercipta suasana belajar yang sehat dan positif di madrasah,” ujar Hj. Nuranifah.

Ia menjelaskan, pendekatan deep learning dipilih agar proses belajar mengajar tidak hanya berorientasi pada capaian akademik, tetapi juga pada pembentukan karakter siswa secara menyeluruh. Menurutnya, hal ini sangat penting dalam menjawab tantangan zaman.

Kementerian Agama Kota Sabang menyelenggarakan sosialisasi kurikulum berbasis cinta dengan pendekatan deep learning, Jumat (8/8/2025). Kegiatan ini juga dirangkai dengan pengukuhan MGMP, KKG, dan Madrasah se-Kota Sabang. Foto/Difa.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin memastikan seluruh guru madrasah memahami filosofi dan implementasi kurikulum baru. Hal ini dilakukan demi peningkatan mutu pendidikan yang berkelanjutan,” tegasnya.

Kegiatan ini menghadirkan narasumber dari Kanwil Kemenag Aceh serta melibatkan seluruh guru, kepala madrasah, tenaga kependidikan, operator, dan pengawas madrasah se-Kota Sabang. Kehadiran mereka menjadi bagian penting dari transformasi pendidikan madrasah.

Hj. Nuranifah menambahkan, kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi antara seksi pendidikan madrasah dan Kelompok Kerja Madrasah (K2M) Kota Sabang. Kerja sama ini menjadi bukti komitmen bersama untuk memajukan madrasah sebagai ikon Kementerian Agama.

Ia berharap, madrasah di Sabang mampu menjadi institusi pendidikan unggulan, meski berada di wilayah 3T. “Walau kami berada di daerah terluar, madrasah tetap mampu bersaing dan berkontribusi di tingkat nasional maupun internasional,” tutupnya.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *