Habapublik.com, Meulaboh: Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Meulaboh terus berkomitmen dalam menindaklanjuti asta cita presiden yang dirumuskan melalui 13 program akselerasi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan RI khususnya pada poin memberdayakan Warga binaan untuk mendukung ketahanan pangan.
Hal ini dibuktikan Jajaran Lapas bersama warga binaan dalam memanfaatkan berbagai lahan kosong yang berada di dalam Lapas menjadi area produktif melalui kegiatan pembinaan keterampilan kemandirian warga binaan.
“Tidak ada lagi lahan kosong di dalam Lapas Meulaboh, Semua sudah di optimalkan menjadi area produktif” Terang Tendi Kustendi selaku Kalapas Meulaboh, Kamis (28/8/2025).
Ia menambahkan bahwa pemanfaatan lahan kosong mejadi area produktif di dalam lapas menjadi solusi tepat untuk mengisi waktu warga binaan dengan kegiatan positif sekaligus produktif. Selain menjaga ketahanan pangan internal, kegiatan ini juga menjadikan lingkungan lapas lebih hijau, bersih, dan sehat.
“Adapun area ini telah dijadikan lahan pertanian yang ditanami seperti tumbuhan jagung, terong, edamame, pepaya, mangga dan kacang tanah serta juga dijadikan lahan perternakan seperti ayam dan juga bebek” ungkap Kalapas
Tentunya dalam merealiasikan program akselerasi ini tidak terlepas dari peran petugas dalam memberikan pendampingan kepada warga binaan guna memastikan bahwa baik program pembinaan berbasis pertanian maupun perternakan dilakukan dengan teknik yang tepat dan memberikan hasil berkualitas tinggi.
Sementara itu, Kasi Binadik dan Giatja, Muhammad Faydiban turut mengapreasiasi petugas bersama warga binaan pasca dilakukan panen raya jagung beberapa waktu lalu
“Untuk tahun ini hingga bulan Agustus 2025 telah selesai dilakukan panen jagung sebanyak 2 (dua) kali di area lahan brandgang lapas yang mampu menghasilkan sekitar 4000 buah jagung” tambahnya.
Hasil dari panen di lahan pertanian ini sebagian besar digunakan untuk konsumsi internal guna memenuhi kebutuhan gizi warga binaan, sementara sebagian lainnya akan dijual ke pasar lokal.
Tentunya melalui Program pemberdayakan Warga binaan untuk mendukung ketahanan pangan ini memiliki manfaat ganda, yaitu sebagai sarana pembelajaran bagi warga binaan sekaligus mendukung ketahanan pangan di dalam lingkungan Lapas.(*)












