Daerah  

Ketua Sekber SWI Aceh Barat Komit Dorong Wartawan Kerja Profesional

Ketua Sekretariat Bersama Wartawan Indonesia (SWI) Aceh Barat, Teuku Fadhil.

Habapublik.com, Meulaboh: Ketua Sekretariat Bersama Wartawan Indonesia (SWI) Aceh Barat, Teuku Fadhil, menegaskan komitmennya untuk terus mendorong wartawan bekerja secara profesional, independen, serta menjunjung tinggi kode etik jurnalistik.

“Kode etik wartawan itu adalah harga mati bagi seorang jurnalis dalam menjalankan fungsi kontrolnya, sehingga kepercayaan publik tetap terjaga,” tegas Fadhil, Jumat (5/9/2025).

Jurnalis LPP RRI itu juga menyoroti kondisi kebebasan pers di Aceh, khususnya di Kabupaten Aceh Barat, yang dinilai cukup memprihatinkan.

Menurut catatan, kata dia, dalam beberapa tahun terakhir terdapat sedikitnya tiga kasus yang menyeret profesi wartawan di daerah tersebut, mulai dari kekerasan, pengancaman hingga pelaporan penanggung jawab media ke polisi.

“Ini harus menjadi perhatian kita semua. Padahal, dalam menjalankan tugasnya wartawan dilindungi undang-undang. Seringkali kita disebut sebagai pilar keempat demokrasi, tetapi perlakuan terhadap rekan-rekan di lapangan tidak mencerminkan hal itu,” ujar Fadhil.

Lebih lanjut, ia juga menyoroti maraknya oknum-oknum yang mengaku wartawan namun bekerja tidak profesional dan hanya berorientasi pada keuntungan pribadi.

“Hal seperti ini merusak kepercayaan publik terhadap pers. Karena itu, kami mengajak rekan-rekan wartawan untuk tetap mematuhi kode etik demi meminimalisir risiko hukum,” ungkapnya.

Fadhil menegaskan, wartawan profesional menjalankan tugas memperoleh dan menyampaikan informasi sesuai ketentuan kode etik, bukan memanfaatkan profesi untuk kepentingan pribadi.

“Ini kadang-kadang yang mencederai marwah profesi. Padahal dalam kode etik jelas diatur bahwa jurnalis tidak boleh menyalahgunakan profesi, menerima suap, apalagi melakukan pemerasan,” tambahnya.

Ia pun mengajak seluruh insan pers di Aceh Barat untuk bersama-sama melawan praktik yang dilakukan oknum tidak profesional atau yang disebutnya sebagai “wartawan abal-abal”.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *