Habapublik.com, Aceh Singkil: Bawaslu Aceh Singkil melakukan sosialisasi pemilih pemula di SMK Negeri 1 Singkil Utara. Sosialisasi disampaikan Ketua Bawaslu Aceh Singkil yang bertindak sebagai Pembina, dalam upacara pengibaran bendera di SMK Negeri 1 Singkil Utara, Senin (8/9/2025).
Ketua Bawaslu Aceh Singkil, H. Syamsul Arifin, SH, dalam amanatnya menyampaikan kehadiran Bawaslu di sekolah merupakan bagian dari upaya untuk memberikan pemahaman kepada generasi muda, khususnya para siswa SMK, mengenai pentingnya menjaga demokrasi, memahami pemilu, serta menanamkan kesadaran bahwa suara kita sangat menentukan masa depan bangsa.
“Anak-anakku, kita hidup di sebuah negara demokrasi. Demokrasi memberi ruang kepada rakyat untuk memilih pemimpin, menyampaikan pendapat, serta terlibat dalam proses pembangunan bangsa. Pemilu adalah sarana utama dalam demokrasi. Melalui pemilu, rakyat menentukan siapa yang akan menjadi pemimpin, baik di tingkat daerah maupun nasional,” kata Syamsul
Syamsul Arifin menuturkan pemilu bukan sekadar kegiatan rutin lima tahunan. Pemilu adalah pesta demokrasi yang menentukan arah perjalanan bangsa. Karena itu, setiap suara memiliki arti.
“Satu suara bisa mengubah hasil, satu suara bisa menentukan nasib bangsa, dan satu suara bisa membawa perubahan besar. Kalian, para siswa SMK, sebagian besar dalam waktu dekat akan menjadi pemilih pemula. Artinya, pada pemilu mendatang, kalian sudah berhak menggunakan hak pilih,” kata Syamsul Arifin.
“Ini adalah hak istimewa sekaligus tanggung jawab besar. Hak pilih bukan hanya sekadar mencoblos kertas suara, tetapi juga wujud partisipasi aktif dalam menentukan masa depan Indonesia,” imbuhnya.
Dalam amanatnya Syamsul Arifin. Juga menekankan peran penting Pemilih Pemula dalam demokrasi. “Kalian adalah harapan besar bangsa. Jumlah pemilih muda sangat signifikan dalam pemilu. Suara anak muda bisa menjadi penentu kemenangan calon pemimpin. Oleh karena itu, penting bagi kalian untuk memiliki kesadaran politik yang sehat,” tuturnya.
Terkait kesadaran politik yang sehat, Syamsul Arifin menekankan tiga hal Pertama, menggunakan hak pilih dengan bijak, tidak golput. Menurutnya, Golput berarti melepaskan kesempatan emas untuk berkontribusi.
Kedua, mengenal calon pemimpin. Tidak ikut-ikutan, tidak mudah percaya berita bohong, hoaks, atau propaganda yang tidak jelas sumbernya. Apalagi di era digital dimana informasi beredar sangat cepat. Karena itu harus bisa memilah mana yang benar, mana yang menyesatkan.
Ketiga, menjaga integritas sebagai pemilih. Tidak terpengaruh dengan politik uang, iming-iming sesaat. Ia menekankan bahwa harga diri dan masa depan bangsa jauh lebih mahal dari sekadar uang atau barang yang diberikan saat kampanye.
Dalam kesempatan tersebut Syamsul Arifin juga memperkenalkan lembaga Bawaslu, lembaga negara yang bertugas mengawasi jalannya pemilu agar tetap jujur, adil, dan demokratis.
“Kami hadir untuk memastikan bahwa tidak ada kecurangan, tidak ada penyalahgunaan kekuasaan, serta tidak ada pelanggaran yang bisa merugikan rakyat. Namun, Bawaslu tidak bisa bekerja sendirian. Kami membutuhkan partisipasi masyarakat, termasuk Adik-adik para pelajar,” ujarnya.
Syamsul Arifin mengatakan menjaga demokrasi sangat sederhana, misalnya melawan hoaks, menolak politik uang, dan ikut menyuarakan pentingnya pemilu yang bersih.
Ia berharap siswa/i SMK Negeri 1 Singkil Utara turut serta menjaga demokrasi, karena bangsa Indonesia sangat membutuhkan peran generasi muda.
“Sejarah membuktikan bahwa pemuda selalu menjadi motor perubahan. Dari Sumpah Pemuda 1928, perjuangan kemerdekaan, hingga reformasi 1998, pemuda selalu berdiri di barisan terdepan. Kini, perjuangan kalian berbeda. Kalian tidak lagi berjuang melawan penjajah dengan bambu runcing, tetapi berjuang menjaga demokrasi dari ancaman manipulasi, apatisme, dan degradasi moral. Kalian berjuang dengan cara memastikan pemilu berjalan jujur, adil, dan damai,” tegasnya.
Sosialisasi ini mendapat sambutan antusias dari seluruh siswa dan guru. Kepala SMK Negeri 1 Singkil Utara Wirda Hanim,S.Si,M.Psi, menyampaikan apresiasi kepada Bawaslu atas upaya mendekatkan pendidikan politik sejak dini kepada para pelajar.
“Kami berharap kegiatan seperti ini terus berlanjut agar siswa semakin sadar akan peran mereka dalam demokrasi,” kaya Wirda Hanimi.(*)












