Harga Kopi di Aceh Tengah Melonjak, Petani Sumringah

Kabupaten Aceh Tengah, dikenal sebagai salah satu penghasil kopi arabika terbaik di Indonesia, kini sedang mengalami lonjakan harga kopi yang signifikan. Foto: Riyan.

Habapublik.com, Takengon: Aceh Tengah, dikenal sebagai salah satu penghasil kopi arabika terbaik di Indonesia, kini sedang mengalami lonjakan harga kopi yang signifikan. Data terbaru dari Dinas Perdagangan Kabupaten Aceh Tengah menunjukkan kenaikan harga yang cukup menggembirakan bagi para petani kopi di wilayah tersebut.

Kenaikan paling mencolok terjadi pada harga biji kopi kering (green bean) yang kini dihargai Rp 120.000 per kilogram, mengalami peningkatan sebesar 19,2%. Sementara itu, harga gabah kopi naik 20% menjadi Rp 60.000 per kilogram. Kopi gelondong, atau kopi yang masih dalam kulit buah, juga mengalami kenaikan sebesar 11,1% menjadi Rp 18.000 per kilogram.

Kenaikan harga ini disambut baik oleh para petani kopi. Mereka merasa harga yang lebih tinggi ini sepadan dengan kerja keras dan biaya produksi yang dikeluarkan. “Alhamdulillah, harga kopi naik. Ini sangat membantu kami,” ujar seorang petani kopi di Takengon Inen Jhoni.

Meskipun data resmi dari Dinas Perdagangan menunjukkan harga gelondong Rp 18.000 per kilogram, informasi di lapangan menunjukkan harga beli kopi gelondongan atau kopi merah bahkan mencapai Rp 210.000 per kaleng. Perbedaan ini disebabkan oleh variasi kualitas kopi dan mekanisme perdagangan langsung antara petani dan pembeli.

Beberapa faktor diperkirakan menjadi penyebab kenaikan harga kopi di Aceh Tengah. Permintaan pasar yang tinggi, baik dari dalam maupun luar negeri, menjadi pendorong utama. Selain itu, cuaca yang kurang mendukung di beberapa wilayah penghasil kopi lain juga turut mempengaruhi ketersediaan kopi secara global.

Kenaikan harga kopi ini diharapkan petani dapat meningkatkan kesejahteraan para petani kopi di Aceh Tengah. Pemerintah daerah juga diharapkan dapat terus mendukung sektor perkopian dengan memberikan pelatihan, bantuan bibit unggul, dan memfasilitasi akses pasar yang lebih luas. Dengan demikian, kopi Aceh Tengah dapat terus bersaing di pasar global dan memberikan kontribusi positif bagi perekonomian daerah.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *