Habapublik.com, Sabang : Balai Kekarantinaan Kesehatan (BKK) Kelas II Sabang memperketat pengawasan terhadap potensi penyebaran influenza A sub-tipe H3N2 di pintu masuk wilayah Sabang. Langkah ini dilakukan sebagai upaya deteksi dini mengingat meningkatnya kasus influenza di beberapa negara Asia Tenggara.
Plt. Kepala Balai Kekarantinaan Kesehatan Kelas II Sabang Khaidir, SKM melalui Ketua Tim Kerja Surveilans dan Penindakan Kekarantinaan Kesehatan, Budimanto, SKM., M.Si, mengatakan pihaknya telah mengaktifkan sistem peringatan dini sejak 29 Oktober 2025. Hal ini dilakukan sebagai bentuk kewaspadaan dan kesiapsiagaan terhadap potensi terjadi lonjakan kasus infuenza H3N2.
“Kami meningkatkan deteksi dan pemantauan di pelabuhan serta bandara sebagai pintu masuk orang dan barang. Kewaspadaan ini penting untuk mencegah penyebaran influenza H3N2 yang telah menyebabkan kasus kematian di beberapa negara,” ujarnya, Kamis (06/11/2025).
Ia menjelaskan, pengawasan dilakukan melalui sistem surveilans terintegrasi antara wilayah dan pintu masuk, termasuk screening pada penumpang maupun alat angkut. Selain itu, BKK Sabang juga memastikan kesiapan alat pelindung diri (APD) bagi petugas diwilayah kerja pintu masuk pelabuhan atau bandara.
“Kami menghimbau masyarakat untuk menjaga kebersihan diri dan lingkungan. Jika mengalami gejala influenza, segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat,” tambahnya.
Budimanto menyebutkan pengawasan di pelabuhan dilakukan setiap hari, sementara di bandara disesuaikan dengan jadwal penerbangan. Screening juga diterapkan pada penumpang kapal dari daerah maupun negara yang pernah melaporkan peningkatan kasus.
Sementara itu, Kepala Wilayah Kerja Pelabuhan Balohan Gema Eka Putra, SKM menegaskan, koordinasi rutin terus dilakukan bersama fasilitas layanan kesehatan dan instansi terkait di wilayah kerja. BKK Sabang berkomitmen melaksanakan penanganan yang terukur tanpa menimbulkan kepanikan di masyarakat.(*)












