Habapublik.com, Sabang : Dinas Kesehatan dan Keluarga Berencana Kota Sabang menggelar kegiatan bertajuk “Strategi Komprehensif Penanggulangan Penyakit: Kolaborasi, Teknologi dan Tantangan Program Tahun 2026”. Kegiatan ini dihadiri 40 peserta yang merupakan penanggung jawab lintas program Dinas Kesehatan dan Puskesmas.
Kepala Dinas Kesehatan dan Keluarga Berencana Kota Sabang, dr. Edi Suharto menjelaskan kegiatan tersebut bertujuan merumuskan langkah program yang lebih terarah. Ia menegaskan pendekatan promotif, preventif, kuratif hingga rehabilitatif harus berjalan efektif dan efisien untuk menurunkan angka kesakitan, kecacatan dan kematian akibat penyakit.
“Upaya penanggulangan penyakit tidak bisa dilakukan secara parsial atau terpisah. Diperlukan keselarasan gerak program, sumber daya, serta integrasi kebijakan di berbagai level layanan kesehatan,” ujar dr. Edi, Sabtu (08/11/2025).
Pihaknya menekankan pentingnya penguatan koordinasi antar pihak serta peningkatan komunikasi program di tingkat lapangan. Pemanfaatan teknologi kesehatan juga menjadi instrumen pendukung untuk identifikasi risiko, pencatatan, dan pemantauan penanganan kasus.
Sementara itu, Kabid Kesmas dan P2P Dinas Kesehatan dan Keluarga Berencana Kota Sabang, dr. Prisillya Casandra Golda menilai strategi kesehatan harus mampu beradaptasi terhadap perkembangan situasi.
Ia menyampaikan, penyusunan langkah program tidak dapat berjalan statis, tetapi harus responsif terhadap kebutuhan di lapangan. “Kolaborasi yang dinamis dan adaptif dibutuhkan agar tantangan program dapat diatasi secara tepat. Pemanfaatan teknologi harus diarahkan pada penguatan data, percepatan layanan, dan ketepatan intervensi,” kata dr. Prisillya.
Kegiatan ini juga mendorong peningkatan kapasitas tenaga kesehatan dalam mengelola program berbasis kebijakan yang terukur dan berkelanjutan. Para peserta terlibat dalam diskusi mengenai peta tantangan dan peluang pengembangan sistem penanggulangan penyakit tahun 2026.
Dinas Kesehatan dan Keluarga Berencana Kota Sabang berharap, hasil pembahasan ini menjadi dasar implementasi program yang lebih kuat. Kolaborasi lintas sektor dan pemanfaatan teknologi akan terus diperkuat untuk mencapai masyarakat Sabang yang lebih sehat dan terlindungi dari risiko penyakit.(*)












