Dinas Pangan Aceh Sidak Distribusi Pangan di Sabang

Pengawasan distribusi dan harga pangan di Kota Sabang terus dilakukan selama masa Gerakan Pangan Murah (GUP). Foto: Difa.

Habapublik.com, Sabang: Pengawasan distribusi dan harga pangan di Kota Sabang terus dilakukan selama masa Gerakan Pangan Murah (GUP). Langkah ini untuk memastikan ketersediaan komoditas strategis tetap aman di tengah terganggunya jalur distribusi dari daratan.

Kadis Distribusi dan Cadangan Pangan Dinas Pangan Aceh, Yuni Saputri, STP, MT mengatakan, pihaknya turun langsung memantau perkembangan harga di pasar. Ia menegaskan pemantauan difokuskan pada beras, cabai merah, dan telur.

“Alhamdulillah Sabang tidak terdampak sebesar wilayah barat selatan, timur utara, dan Gayo Benar Meriah, namun kami tetap mengawasi stok serta harga di lapangan. Kondisi tersebut membuat Sabang masih lebih beruntung dibanding daerah lain yang terisolasi,” ujar Yuni, Senin (01/12/2025).

Ia menjelaskan, harga beras relatif stabil meskipun terdapat perbedaan distribusi antara Sabang dan wilayah daratan. Kondisi ini terjadi karena suplai dari Banda Aceh berjalan lebih lambat dibanding biasanya.

“Cabai mahal karena distribusi dari Banda Aceh terhambat, dan Sabang tidak memiliki budidaya yang mampu memenuhi kebutuhan pasar. Sebagian kecil petani cabai lokal belum cukup untuk menstabilkan harga,” tambahnya.

Sementara ketersediaan telur ikut terdampak seperti di 17 kabupaten lain yang mengalami gangguan logistik. Pemerintah telah mengupayakan suplai melalui kapal 40 GT dari Lampulo meski prosesnya tertunda akibat antrean bahan bakar.

Pihaknya akan terus melakukan berbagai upaya tetap dilakukan agar kebutuhan masyarakat tidak terganggu. Ia memprediksi, kondisi pangan belum dapat stabil seperti normal hingga masa tanggap darurat berakhir 11 Desember mendatang.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *