Daerah  

Menteri PU Turun Langsung ke Titik Longsor Jalan Lintas Aceh Tenggara–Gayo Lues

Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo turun langsung ke lapangan, meninjau akses utama Aceh Tenggara–Gayo Lues yang terputus di kawasan Tetumpun, Kecamatan Putri Betung, Minggu (4/1/2026). Foto: Kamsah.

Habapublik.com, Blangkejeren: Longsor demi longsor bukan sekadar menutup jalan, tetapi hampir memutus denyut kehidupan masyarakat Gayo Lues. Di tengah ancaman terhentinya pasokan logistik dan kebutuhan pokok, Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo turun langsung ke lapangan, meninjau akses utama Aceh Tenggara–Gayo Lues yang kembali terputus di kawasan Tetumpun, Kecamatan Putri Betung, Minggu (4/1/2026).

Ruas jalan ini bukan jalur biasa. Ia adalah urat nadi distribusi logistik, penghubung utama keluar-masuk barang, bahan pangan, obat-obatan, hingga layanan darurat ke wilayah pegunungan Gayo Lues. Ketika jalan ini terputus, ribuan warga berada di ambang keterisolasian total.

Setibanya di Bandara Blangkejeren, Menteri PU langsung disambut Forkopimda Gayo Lues, Anggota Komisi V DPR RI, para Asisten Daerah, serta kepala SKPK. Tanpa seremoni panjang, rombongan segera bergerak ke titik longsor—menembus medan berat untuk melihat langsung realita di lapangan.

Di lokasi, terlihat tebing curam yang terus bergerak, material longsor yang belum stabil, serta alat berat yang bekerja dalam tekanan cuaca ekstrem. Kondisi inilah yang membuat penanganan tak semudah membuka jalan biasa.

“Sejak Jumat subuh sebenarnya sudah kita tangani. Tapi tadi pagi, sekitar jam enam atau tujuh, longsor kembali terjadi. Kondisinya memang berat. Kontur bukitnya labil, jadi kami harus benar-benar mencari metode penanganan yang paling aman dan efektif,” ujar Menteri PU Dody Hanggodo kepada wartawan.

Pernyataan ini sekaligus mengungkap tantangan utama di balik lambannya pembukaan jalan bukan soal alat atau tenaga, melainkan faktor alam yang terus berubah dan mengancam keselamatan petugas. Namun satu hal ditegaskan Menteri PU—pemerintah tidak akan mundur.

“Kalau akses ini terlalu lama terputus, logistik tidak bisa masuk ke Gayo Lues. Ini penanganan darurat paling berat saat ini. Target kita, dua sampai tiga titik kritis ke depan bisa segera ditangani,” tegasnya.

Lebih dari sekadar proyek infrastruktur, Menteri PU menekankan bahwa pembukaan jalan ini menyangkut hak dasar masyarakat untuk hidup layak.

Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo turun langsung ke lapangan, meninjau akses utama Aceh Tenggara–Gayo Lues yang terputus di kawasan Tetumpun, Kecamatan Putri Betung, Minggu (4/1/2026). Foto: Kamsah.

“Kita buka akses ini agar logistik tidak terganggu. Jangan sampai masyarakat kelaparan. Infrastruktur lain yang rusak akan tetap ditangani, tapi prioritas utama sekarang adalah akses masuk ke Gayo Lues,” katanya dengan nada serius.

Dalam perspektif jangka panjang, Menteri PU juga menyinggung rencana strategis yang selama ini jarang dibahas ke publik pengembangan Bandara Blangkejeren sebagai jalur logistik darurat. Perpanjangan landasan pacu dinilai krusial agar pesawat kargo besar, termasuk Hercules, dapat mendarat saat akses darat lumpuh.

“Pak Bupati sudah menyampaikan bahwa lahannya siap. Ini memang kewenangan Kementerian Perhubungan, tapi akan saya komunikasikan langsung. Prinsipnya, apa pun yang bisa mendukung Gayo Lues, akan kita upayakan. Yang penting, logistik tidak terhenti,” ungkapnya.

Dukungan politik terhadap percepatan pemulihan juga menguat. Anggota Komisi V DPR RI, Irmawan, menegaskan bahwa jalan Aceh Tenggara–Gayo Lues menjadi fokus bersama karena dampaknya langsung dirasakan masyarakat.

“Hampir seluruh pejabat utama Kementerian PU sudah turun langsung ke Gayo Lues—mulai dari Menteri, Sekjen, Dirjen Bina Marga, Dirjen BWS, sampai kepala balai. Mereka melihat sendiri dampak banjir dan longsor ini. Artinya, tidak ada lagi jarak antara laporan dan kenyataan,” katanya.

Irmawan memastikan Komisi V DPR RI akan terus mengawal proses pemulihan hingga akses benar-benar pulih. “Saya yakin akan ada progres signifikan. Penanganan sudah maksimal, hanya saja tingkat kerusakan memang parah dan butuh waktu,” tambahnya.

Usai dari lokasi longsor, rombongan Menteri PU melanjutkan peninjauan ke Jembatan Aih Bobo, penghubung vital Kecamatan Blangkejeren dan Dabun Gelang. Jembatan ini bukan hanya jalur transportasi, tetapi akses utama menuju RSUD Ali Kasim. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *