Habapublik.com, Sabang – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Sabang mencatat kejadian pohon tumbang masih menjadi bencana paling dominan dalam tujuh tahun terakhir. Sejak 2019 hingga 2025, ratusan kejadian pohon tumbang tercatat dibandingkan jenis bencana lainnya.
Berdasarkan data BPBD, pada 2019 tercatat 49 kejadian pohon tumbang di Kota Sabang. Jumlah tersebut meningkat pada 2020 dan 2021 dengan masing-masing 73 kejadian, serta naik kembali pada 2022 menjadi 92 kejadian.
Pada 2023, jumlah kejadian pohon tumbang tercatat menurun menjadi 79 kejadian. Namun pada 2024, angkanya kembali meningkat signifikan hingga mencapai 108 kejadian.
Memasuki 2025, kejadian pohon tumbang masih menunjukkan angka tinggi. Hingga periode pendataan terakhir, BPBD mencatat 109 kejadian pohon tumbang dari total 162 kejadian bencana.
Kepala Pelaksana BPBD Kota Sabang, Syahrial, mengatakan pohon tumbang secara konsisten menjadi laporan terbanyak yang diterima BPBD setiap tahun. Kondisi tersebut dipengaruhi faktor cuaca dan lingkungan.
“Pohon tumbang paling dominan dipicu cuaca ekstrem, hujan deras disertai angin kencang, serta kondisi pohon yang sudah tua. Perubahan pola cuaca turut meningkatkan risiko kejadian tersebut,” kata Syahrial, Kamis (29/1/2026).
Ia menjelaskan, pada 2024 dari total 133 kejadian bencana yang ditangani BPBD, sebanyak 108 di antaranya merupakan pohon tumbang. Kejadian tersebut banyak terjadi di kawasan permukiman dan sepanjang akses jalan utama.
Selain pohon tumbang, BPBD juga mencatat bencana lain pada 2025 seperti 24 kejadian angin kencang, 13 kebakaran rumah, 12 banjir, serta empat longsor. Total keseluruhan bencana yang terjadi mencapai 162 kejadian.
BPBD memprioritaskan langkah mitigasi melalui pemangkasan dan penertiban pohon rawan tumbang. Masyarakat juga diimbau meningkatkan kewaspadaan dan segera melapor jika menemukan pohon berisiko tumbang.(*)












