Habapublik.com, Takengon – Menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriyah, Terminal Tipe A Paya Ilang Takengon, Aceh Tengah mulai dipadati penumpang. Dalam beberapa hari terakhir, pergerakan warga yang datang maupun berangkat meningkat tajam. Bus dan minibus dengan tujuan Banda Aceh, Medan, hingga daerah lain silih berganti mengantar pemudik kembali ke kampung halaman.
Ketua Organda Aceh Tengah, Junaidi, dalam sebuah wawancara dengan RRI menegaskan fenomena ini bukan hal baru. “Setiap tahun, menjelang dan sesudah Lebaran, arus mudik dan balik memang selalu meningkat,” ujarnya, Jumat (20/3/2026).
Meski permintaan melonjak, Organda memastikan tidak ada kebijakan Tuslah atau biaya tambahan. Harga tiket tetap mengacu pada Tarif Batas Atas (TBA) yang berlaku.
Dijelaskan untuk L-300 Takengon–Banda Aceh: Rp127.500 – Rp153.000 dan Hiace AC: Rp170.000 – Rp204.000 per penumpang.
“Sekarang ini mereka bermain dengan Tarif Batas Atas. Tidak masalah, karena instruksi dari DPD Organda Aceh jelas: tidak ada Tuslah,” tegas Junaidi.
Ia menambahkan, penyesuaian harga tiket juga dipengaruhi oleh mahalnya suku cadang kendaraan serta sulitnya pasokan BBM di daerah. Meski begitu, perusahaan angkutan berkomitmen tetap memberikan pelayanan terbaik bagi penumpang.
Dengan meningkatnya mobilitas warga, Terminal Paya Ilang kembali menjadi pusat denyut mudik di Aceh Tengah. Suasana hangat Lebaran terasa sejak di ruang tunggu terminal, ketika para pemudik membawa harapan untuk segera berkumpul bersama keluarga.(*)












