Daya Beli Melemah, Omzet Kue Lebaran di Sabang Cenderung Menurun

Menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 H, penjualan kue lebaran di sejumlah titik di Kota Sabang tampak menggeliat. Foto: Difa.

Habapublik.com, Sabang – Menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 H, penjualan kue lebaran di sejumlah titik di Kota Sabang tampak menggeliat. Para pedagang mengaku omzet tahun ini cenderung mengalami penurunan dibandingkan tahun lalu.

Salah satu pedagang kue lebaran di Pasar Induk Sabang, Subhan, mengatakan dirinya telah berjualan kue kering sejak beberapa tahun terakhir di lokasi yang sama. Ia mulai membuka lapak sejak hari ke-20 Ramadan dengan berbagai jenis kue yang ditawarkan kepada pembeli.

“Kalau dari puasa ke-25 itu mulai meningkat, omzet per hari bisa Rp2.500.000 sampai Rp3.000.000. Kalau ditambah jualan malam, kadang bisa sampai Rp4.000.000,” kata Subhan, Jumat (20/3/2026).

Subhan menambahkan, kenaikan harga bahan baku turut mempengaruhi harga jual kue, meskipun tidak terlalu signifikan. Ia menyebut rata-rata kenaikan hanya sekitar Rp5.000 per kemasan dibanding tahun sebelumnya.

Sementara itu, pedagang lainnya di kawasan Tangga 7 Sabang, Ira, juga mulai berjualan sejak puasa ke-25 dengan aneka kue khas lebaran. Harga kue yang dijual bervariasi, mulai dari sekitar Rp35.000 hingga Rp65.000 per kemasan, tergantung jenis dan bahan yang digunakan.

“Jadi yang saya jual ini titipan dari pelaku UMKM di Sabang, penjualan per hari sekitar Rp1.000.000, paling banyak peminat itu keripik ubi Nora. Tapi tahun ini pembeli lebih sepi dibanding tahun lalu,” ujar Ira.

Para pedagang berharap penjualan akan terus meningkat mendekati malam lebaran, di mana biasanya permintaan masyarakat memuncak. Mereka juga tetap membuka lapak hingga malam hari untuk memaksimalkan omzet di tengah kondisi ekonomi yang dinilai belum sepenuhnya pulih.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *