Habapublik.com, Subulussalam – Tragedi jatuhnya pasangan suami istri asal Subulussalam ke jurang Lae Kombih memicu reaksi keras dari Wali Kota M. Rasyid Bancin (HRB). Ia mendesak Pemerintah Pusat untuk segera mengambil langkah konkret terhadap jalur maut yang menghubungkan Pakpak Bharat dan Subulussalam tersebut.
Saat meninjau lokasi pencarian di Desa Sikelang, Rabu 1 Maret 2026, pria yang akrab disapa HRB ini menegaskan bahwa kejadian serupa telah berulang kali terjadi. Tingkat kerawanan infrastruktur jalan di atas jurang Lae Kombih dinilai sudah pada tahap yang sangat mengkhawatirkan.
Wali Kota secara terbuka meminta Presiden Prabowo Subianto untuk memberikan atensi khusus pada perbaikan jalur ini. Menurutnya, usulan perbaikan jalan ini sudah menjadi aspirasi lama masyarakat yang kerap disuarakan melalui berbagai media namun belum terealisasi secara maksimal.
“Kami memohon kepada Bapak Presiden Prabowo, dari zamannya Pak SBY itu sudah diajukan, zaman Pak Jokowi juga berulang-ulang. Sebab di sini sudah mungkin ratusan korban jiwa, bahkan mobil saja pun banyak yang tidak ditemukan bangkainya,” tegas HRB.
Ia berharap solusi teknis dari pemerintah pusat maupun provinsi dapat segera hadir agar nyawa warga yang melintas tidak terus terancam. Salah satu langkah yang diusulkan adalah memasukkan pembenahan jalur ini ke dalam daftar Proyek Strategis Nasional (PSN).
Wali Kota juga memastikan penanganan pasca kecelakaan tetap menjadi prioritas utama. Penyiapan fasilitas pendukung seperti lampu sorot dan posko darurat telah disiagakan untuk membantu tim SAR gabungan selama masa pencarian tujuh hari.
Langkah jemput bola dengan mendatangi lokasi kejadian ini diharapkan dapat mempercepat koordinasi lintas daerah antara Subulussalam dan Pakpak Bharat. Fokus pemerintah saat ini adalah menyeimbangkan upaya evakuasi korban sekaligus menyuarakan perbaikan infrastruktur demi keamanan publik di masa depan.(*)












