Habapublik.com, Subulusalam – Wali Kota Subulussalam, M. Rasyid Bancin (HRB), resmi menunjuk Herwinsyah Putra sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pertanian, Perkebunan, dan Perikanan (Distanbunkan) Kota Subulussalam. Penunjukan ini dilakukan guna mengisi kekosongan jabatan setelah pejabat sebelumnya dikabarkan mengundurkan diri dari posisi tersebut.
Herwinsyah yang sebelumnya menjabat sebagai Sekretaris di dinas yang sama, kini diberikan amanah besar untuk memimpin instansi tersebut. Penunjukan ini diharapkan dapat menjaga stabilitas kinerja di sektor pertanian dan perikanan yang menjadi salah satu pilar ekonomi di Kota Subulussalam.
Langkah cepat Wali Kota ini diambil tak lama setelah Sarkani Pohan menyatakan tidak lagi melanjutkan tugasnya sebagai pimpinan di Distanbunkan. Pergantian pucuk pimpinan ini menjadi perhatian mengingat sektor pertanian merupakan bidang vital bagi masyarakat setempat.
Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Subulussalam, Asrul Assani, mengonfirmasi kabar penunjukan tersebut pada Rabu sore (1/4/2026). Menurutnya, keputusan ini diambil pimpinan untuk memastikan roda organisasi di dinas terkait tetap berjalan optimal tanpa hambatan administratif.
Terkait status pejabat sebelumnya, pihak pemerintah daerah memberikan klarifikasi untuk meluruskan persepsi publik mengenai istilah “mundur”. Hal ini berkaitan dengan status jabatan yang sebelumnya diemban oleh Sarkani Pohan di dinas tersebut.
“Sarkani tidak bisa dikatakan mundur, karena dia bukan pejabat definitif. Itukan tugas tambahan dari pimpinan, dan ia tolak tugas atau kepercayaan tersebut dari wali kota,” ujar Asrul Assani, Rabu 1 April 2026.
Sebelumnya, teka-teki mengenai siapa pengganti Sarkani sempat menjadi pertanyaan di kalangan awak media. Pasalnya, pada awal pekan, pihak Pemko Subulussalam belum mengeluarkan pernyataan resmi mengenai sosok yang akan mengisi posisi lowong tersebut.
Dengan ditunjuknya Herwinsyah Putra sebagai pelaksana tugas, diharapkan program-program strategis di Dinas Pertanian dapat langsung dikerjakan. Fokus utama kini beralih pada pemulihan pelayanan publik dan koordinasi internal pasca pergantian pimpinan di instansi tersebut.(*)












