Habapublik.com, Sabang – Aktivitas wisata bahari di kawasan Iboih, Kota Sabang, terancam terhenti akibat kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) dalam dua hari terakhir. Kondisi ini berdampak langsung pada operasional boat wisata yang melayani perjalanan ke Pulau Rubiah dan sekitarnya.
Ketua Kelompok Sadar Wisata Gampong Iboih, Tarmizi, menyampaikan bahwa pasokan BBM untuk pelaku wisata saat ini sudah tidak tersedia. Ia mengaku sebelumnya pengambilan BBM masih bisa dilakukan dengan rekomendasi dari keuchik dan ketua pokdarwis setempat, namun kini mekanisme tersebut tidak lagi berlaku.
“Dua hari belakangan, pelaku wisata sudah tidak bisa mendapatkan minyak, khususnya untuk boat wisata dari Iboih ke Pulau Rubiah. Sekarang sudah tidak ada lagi minyak karena memang stoknya menipis,” ujar Tarmizi.
Ia menambahkan, kondisi tersebut telah dikomunikasikan dengan berbagai pihak, termasuk pelaku usaha dan instansi terkait. Namun hingga saat ini, pihaknya masih menantikan kejelasan serta respons dari dinas terkait terkait solusi atas permasalahan tersebut.
Tarmizi juga mengungkapkan bahwa keterbatasan BBM tidak hanya berdampak pada satu jenis layanan, tetapi hampir seluruh armada wisata seperti boat dolphin, diving, snorkeling, hingga aquarium boat. Ia menegaskan bahwa stok yang tersisa hanya cukup untuk sementara waktu dan diperkirakan segera habis.
“Kalau tidak ada minyak dalam dua hari ini, maka seluruh boat wisata akan terhambat operasinya. Bahkan untuk satu kali perjalanan boat dolphin saja membutuhkan sekitar dua jerigen, sehingga sangat tidak memungkinkan jika harus membeli secara eceran,” jelasnya.
Sebagai penutup, Tarmizi berharap adanya respons cepat dari pihak terkait, termasuk Pertamina dan Dinas Pariwisata, agar persoalan ini segera ditangani. Ia mengingatkan bahwa kelancaran operasional wisata sangat penting demi menjaga kenyamanan wisatawan yang datang ke Sabang agar tidak kecewa.(*)












