Hotel di Sabang Sepi Hunian Selama Ramadan, Pelaku Usaha Optimis Meningkat Saat Lebaran

Tingkat hunian hotel dan penginapan di Kota Sabang mengalami penurunan signifikan selama bulan suci Ramadan 1446 Hijriah. Foto: Difa.

Habapublik.com, Sabang – Tingkat hunian hotel dan penginapan di Kota Sabang mengalami penurunan signifikan selama bulan suci Ramadan 1446 Hijriah. Dibandingkan periode normal, jumlah wisatawan yang menginap tercatat jauh lebih rendah.

Salah satu pemilik penginapan di Sabang, Nia, mengungkapkan selama Ramadan rata-rata kamar yang terisi hanya satu hingga dua unit per hari. Meski demikian, masih terdapat tamu yang memilih tinggal dalam jangka waktu lebih lama.

“Sebagian besar tamu berasal dari Aceh dan ada pula yang bekerja di Sabang sehingga menetap hingga 30 hari. Kondisi tersebut sedikit membantu menjaga tingkat okupansi tetap berjalan meski tidak maksimal,” ujar Nia, Minggu 22 Februari 2026.

Penurunan serupa juga dirasakan Roni, pemilik homestay di Gampong Ie Meulee, Sabang. Ia menyebut pemesanan kamar menurun drastis dibandingkan bulan-bulan sebelumnya.

Menurutnya, fenomena ini bukan hal baru karena hampir setiap Ramadan kunjungan wisatawan memang melandai. Wisatawan cenderung menunda perjalanan, terutama ke destinasi wisata bahari seperti Sabang.

“InsyaAllah kami tetap bersikap optimis menghadapi momentum libur Idulfitri. Kami juga memprediksi lonjakan kunjungan wisatawan akan terjadi signifikan usai Ramadan,” katanya.

Roni menegaskan, potensi wisata alam yang dimiliki Sabang menjadi modal utama untuk mendongkrak kembali sektor pariwisata. “Saya yakin pergerakan ekonomi lokal akan kembali menggeliat seiring meningkatnya arus wisatawan pada musim liburan mendatang,”pungkasnya.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *