Dari Jembatan Kendawi, Wapres Gibran Bawa Harapan Baru bagi Gayo Lues

Wakil Presiden Republik Indonesia Gibran Rakabuming Raka menyaksikan langsung kondisi Jembatan Kendawi di Kecamatan Dabun Gelang, Kabupaten Gayo Lues, Kamis (6/8/2026). Foto: Kamsah Galus.

Habapublik.com, Blangkejeren – Di atas aliran sungai yang pernah memutus harapan ribuan warga, Wakil Presiden Republik Indonesia Gibran Rakabuming Raka berdiri menyaksikan langsung kondisi Jembatan Kendawi di Kecamatan Dabun Gelang, Kabupaten Gayo Lues, Kamis (6/8/2026).

Jembatan yang hancur diterjang banjir bandang itu menjadi simbol luka sekaligus titik awal harapan baru bagi masyarakat yang hingga kini masih berjuang bangkit dari bencana hidrometeorologi.

Kunjungan kerja Wakil Presiden ke Gayo Lues bukan sekadar agenda seremonial. Kehadirannya membawa pesan bahwa pemerintah hadir untuk memastikan proses rehabilitasi dan rekonstruksi berjalan lebih cepat, tepat sasaran, dan benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat.

Di lokasi, Gibran didampingi Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah (Dek Fad), Kapolda Aceh, Pangdam Iskandar Muda, serta jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Aceh dan Pemerintah Kabupaten Gayo Lues.

Jembatan Kendawi menjadi salah satu titik yang paling menyita perhatian. Sejak diterjang banjir bandang, akses penghubung antardesa terputus total. Warga harus memutar jauh, sementara sebagian lainnya nekat menyeberangi sungai dengan bantuan tali sling.

Para pelajar bahkan rela mempertaruhkan keselamatan demi tetap bisa berangkat ke sekolah. Potret itu sempat mengguncang perhatian publik dan menjadi pengingat bahwa pemulihan belum sepenuhnya selesai.

Momentum kunjungan tersebut dimanfaatkan Pemerintah Kabupaten Gayo Lues untuk menyampaikan usulan pembangunan lima jembatan permanen sebagai pengganti jembatan-jembatan yang rusak akibat bencana.

Bupati Gayo Lues menegaskan bahwa pembangunan jembatan permanen merupakan kebutuhan yang sangat mendesak. Infrastruktur yang kokoh akan menjadi fondasi bagi bangkitnya kehidupan masyarakat, membuka kembali akses ekonomi, memperlancar distribusi hasil pertanian, memudahkan pelayanan kesehatan, hingga memastikan anak-anak dapat bersekolah tanpa harus mempertaruhkan nyawa.

“Kami berharap Pemerintah Pusat dapat segera merealisasikan pembangunan lima jembatan permanen ini. Kehadiran jembatan bukan hanya menghubungkan dua sisi sungai, tetapi juga menghubungkan kembali harapan masyarakat untuk hidup lebih aman dan sejahtera,” ujar Bupati.

Usulan tersebut diterima langsung oleh Wakil Presiden sebagai bagian dari upaya percepatan pemulihan infrastruktur di wilayah terdampak bencana. Kehadiran Gibran di Gayo Lues menjadi sinyal kuat bahwa pemerintah memberikan perhatian serius terhadap daerah yang sedang bangkit dari musibah.

Di balik kunjungan itu tersimpan harapan besar masyarakat agar proses rehabilitasi tidak berhenti pada penanganan darurat, tetapi berlanjut pada pembangunan infrastruktur yang lebih kuat, lebih aman, dan lebih tahan terhadap bencana di masa mendatang.

Bagi masyarakat Gayo Lues, jembatan bukan sekadar bangunan beton dan baja. Jembatan adalah penghubung kehidupan, pendidikan, pelayanan kesehatan, dan roda perekonomian.

Karena itu, ketika Wakil Presiden menatap langsung puing-puing Jembatan Kendawi, masyarakat pun menaruh harapan bahwa dari tempat itulah kebangkitan Gayo Lues akan benar-benar dimulai.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *