Habapublik.com, Meureudu – Bupati Pidie Jaya Sibral Malasyi mengusulkan anggaran sebesar Rp150 miliar untuk mendukung program rehabilitasi dan pencetakan lahan pertanian yang baru pascabencana hidrometeorologi.
Usulan tersebut diajukan menjadi bagian dari upaya pemerintah kabupaten dalam meningkatkan produktivitas pertanian sekaligus mengoptimalkan pemanfaatan lahan yang memiliki potensi untuk dikembangkan.
Hal itu disampaikan Bupati Pidie Jaya Sibral Malasyi bersama sejumlah kepala OPD saat mendampingi Staf Ahli Menko Pangan RI, Dr. Prayudi Syamsuri, saat meninjau sejumlah lokasi terdampak banjir pada Sabtu (8/8/2026) pagi.
“Rehabilitasi lahan diperlukan untuk memperbaiki areal pertanian yang mengalami kerusakan sehingga kembali produktif dan dapat dimanfaatkan oleh masyarakat,“ ujar Sibral.
Dikatakan, untuk mempercepat pemulihan sektor pertanian pascabanjir Sibral mengusulkan anggaran sekitar Rp150 miliar. Dana dimaksud diarahkan untuk rehabilitasi lahan pertanian yang terdampak serta pencetakan lahan baru.
“Jangan sampai masyarakat terlalu lama menunggu. Semakin lama lahan tidak digunakan, semakin besar kerugian petani,” tegas Sibral, seraya meminta dukungan sarana produksi dan pendampingan teknis agar petani segera kembali bekerja.
Kemudian di sisi lain juga mengusulkan penambahan alat berat untuk mempercepat penanganan material lumpur di sejumlah lokasi. “Satu unit ekskavator yang telah disalurkan pemerintah pusat masih belum mencukupi untuk menjangkau seluruh wilayah yang terdampak,“ ucapnya.
Tak hanya pertanian, Bupati Sibral dalam kesempatan tersebut juga mendorong perwakilan pusat itu lakukan pemulihan usaha kelautan dan perikanan melalui perbaikan tambak, kolam, serta penyediaan benih dan pakan.(*)












