Habapublik.com, Sigli – Bupati Pidie, H. Sarjani Abdullah, MH menyerahkan bonus umrah kepada Kafilah Kabupaten Pidie yang telah mengikuti Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-37 Provinsi Aceh Tahun 2025 di Kabupaten Pidie Jaya.
Bonus tersebut Pemkab Pidie berikan sebagai bentuk apresiasi dan penghargaan pemerintah setempat atas perjuangan serta kontribusi para kafilah dalam membawa nama daerah pada ajang MTQ tingkat Provinsi Aceh.
Penyerahan bonus secara simbolis dilakukan langsung oleh Bupati Sarjani kepada para kafilah berlangsung di Oproom Kantor Bupati Pidie pada Jumat (07/08/2026).
Pada kesempatan itu Bupati Sarjani Abdullah menyampaikan rasa syukur sekaligus apresiasi kepada seluruh peserta, pelatih, dan official atas dedikasi serta kerja keras yang telah membuahkan hasil membanggakan.
”Prestasi ini bukan sekadar capaian kompetisi, tetapi juga menjadi wujud nyata dalam syiar dan pengamalan nilai-nilai Al-Qur’an di tengah masyarakat,” ujar Bupati.
Dijelaskan, Kabupaten Pidie pada perhelatan MTQ di Pidie Jaya berhasil meraih Peringkat IV, meningkat dua peringkat dibandingkan pelaksanaan MTQ sebelumnya di Kabupaten Bener Meriah yang menempatkan Pidie di posisi keenam.
Selain itu, Kafilah Kabupaten Pidie juga membukukan 15 prestasi, terdiri atas 5 Juara I, 8 Juara II, dan 2 Juara III. Empat peserta di antaranya dipercaya mewakili Provinsi Aceh pada MTQ Nasional yang akan digelar di Semarang, Jawa Tengah, pada 14–20 September 2026.
“Ini diharapkan menjadi modal kita semua untuk terus membina generasi Qur’ani yang tidak hanya mampu berprestasi di MTQ, tetapi juga mengamalkan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari,“ katanya.
Sementara itu Pemkab Pidie memberikan bonus perjalanan umrah kepada seluruh peraih Juara I, II, dan III, juga menyalurkan bonus kebersamaan kepada para Juara Harapan, peserta non juara yang telah mewakili Pidie di tingkat provinsi, serta para pelatih dan official.
Sedangkan untuk Juara Harapan I menerima bonus sebesar Rp6 juta, Juara Harapan II Rp5 juta, Juara Harapan III Rp4 juta, peserta non juara Rp2 juta per orang, sementara setiap pelatih memperoleh Rp4 juta dan official menerima Rp1,5 juta.(*)












