Habapublik.com, Subulussalam – Jembatan gantung yang menjadi akses utama menuju kawasan perkebunan warga di Desa Lae Bersih, Kecamatan Penanggalan, Kota Subulussalam, mengalami rusak parah dan putus total usai dihantam banjir.
Peristiwa runtuhnya fasilitas penyeberangan tersebut terjadi akibat meluapnya Sungai Lae Penuntungan yang melanda kawasan wisata Nantampuk Emas pada Sabtu malam (5/9/2026) sekitar pukul 21.30 WIB. Terputusnya struktur penyeberangan gantung ini menyebabkannya tak lagi dapat dilintasi, sehingga aktivitas masyarakat yang bergantung pada jalur tersebut terhenti seketika.
Dampak langsung dari kerusakan infrastruktur penyeberangan vital tersebut membuat akses transportasi menuju area pertanian serta perkebunan warga sekitar kini lumpuh total. Selain menghancurkan jembatan, tingginya debit luapan air sungai juga sempat menerjang pemukiman penduduk yang berada di sekitar bantaran sungai.
Salah satu rumah pemukiman yang berada di area lintasan air adalah milik keluarga Jaitun di Desa Lae Mbersih. Bangunan tempat tinggal tersebut beruntung selamat dari amukan utama luapan air, meski sempat tergenang air cukup tinggi.
Saat menyadari datangnya bahaya banjir bandang, Jaitun bersama istri dan anak-anaknya langsung bergegas menyelamatkan diri. Mereka berupaya keras mengamankan diri keluar dari bangunan serta mengevakuasi barang-barang berharga dari dalam rumah.
Jaitun mengungkapkan bahwa ketinggian air yang merendam bagian dalam tempat tinggal mereka saat kejadian mencapai sekitar setengah meter, “Air sempat masuk dan menggenangi rumah kami sampai setinggi setengah meter,” ujar Jaitun, Minggu 6 September 2026.
Derasnya arus air sungai tidak hanya merusak jembatan dan merendam pemukiman, tetapi juga menyeret hewan ternak milik warga. Jaitun menambahkan bahwa sebanyak tiga ekor kambing milik keluarganya tidak sempat diselamatkan dan ikut hanyut terbawa derasnya arus Sungai Lae Penuntungan.
“Banjir sebesar ini sangat jarang terjadi di kawasan kami, diperkirakan luapan sebesar ini terakhir kali terjadi sekitar sepuluh tahun yang lalu,” kata Jaitun.
Akibat rusaknya jembatan tersebut, warga tidak lagi memiliki akses alternatif yang memadai untuk menuju lahan pertanian mereka. Masyarakat setempat kini sangat berharap Pemerintah Kota Subulussalam dapat segera turun tangan melakukan penanganan darurat serta membangun kembali jembatan penyeberangan yang putus tersebut.(*)












