Daerah  

H. Baital Mukadis Terpilih Secara Aklamasi Ketua PMI Aceh Selatan

Baital Mukadis, SE selaku Plt Ketua PMI Aceh Selatan terpilih secara aklamasi untuk memimpin orgsnisasi yang bergerak di bidang sosial kesehatan untuk Periode 2026-2031 foto bersama usai Musyawarah Kabupaten (Muskab) ke-VI Tahun 2026, Kamis (24/9/2026). Foto: Zasrial

Habapublik.com, Tapaktuan – Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Aceh Selatan menggelar Musyawarah Kabupaten (Muskab) ke-VI Tahun 2026. Forum tertinggi dalam kedaulatan organisasi PMI di tingkat kabupaten ini menjadi momentum strategis untuk menentukan arah kebijakan dan kepengurusan baru, Kamis (24/9/2026).

Acara yang dihadiri Bupati Aceh Selatan diwakili Sekda Aceh Selatan, jajaran Forkopimda, Ketua PMI Provinsi Aceh Murdani Yusuf beserta jajaran pengurus PMI Provinsi Aceh, para Asisten, Staf Ahli, Kepala SKPK dan Kabag, pengurus PMI Aceh Selatan, relawan, pembina PMR, KSR, TSR, serta peserta dan peninjau Muskab.Buka Peta Digital

Pada Muskab ke-VI PMI Aceh Selatan mengusung tema “Meningkatkan Kualitas Pelayanan Kemanusiaan yang Lebih Berkualitas di Bumi Pala Aceh Selatan”. H. Baital Mukadis, SE selaku Plt Ketua PMI Aceh Selatan terpilih secara aklamasi untuk memimpin orgsnisasi yang bergerak di bidang sosial kesehatan untuk Periode 2026-2031.

Baital Mukadis yang juga Wakil Bupati Aceh Selatan dalam sambutannya mengatakan Muskab bukan sekadar agenda rutin lima tahunan untuk memilih kepengurusan baru, melainkan wadah untuk mengevaluasi capaian, mengidentifikasi tantangan, dan merumuskan kebijakan ke depan.

“Musyawarah Kabupaten PMI Aceh Selatan ke-VI Tahun 2026 merupakan momentum tertinggi dalam kedaulatan organisasi PMI di tingkat kabupaten. Agenda ini bukan sekadar rutinitas lima tahunan untuk memilih kepengurusan yang baru, melainkan wadah strategis untuk mengevaluasi capaian, mengidentifikasi tantangan, dan merumuskan arah kebijakan PMI ke depan,” ujarnya.

Pelayanan yang berkualitas hanya bisa diwujudkan jika kita memiliki sistem organisasi yang sehat, manajemen yang transparan, serta dedikasi relawan yang tinggi. “Melalui musyawarah ini, saya mengajak kita semua untuk meletakkan pondasi pelayanan kemanusiaan yang lebih profesional, cepat tanggap, dan adaptif terhadap permasalahan yang terjadi di Aceh Selatan,” jelasnya.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *