Kejari Aceh Singkil Geledah Kantor Disdikbud Terkait Dugaan Korupsi Dana BTT Bencana Rp 1,7 Miliar

Kejari Aceh Singkil Geledah Kantor Disdikbud Terkait Dugaan Korupsi Dana BTT Bencana Rp 1,7 Miliar, Senin (28/09/2026). (Foto: Sie Intel Kejari Aceh Singkil)

 

 

Habapublik.com, Aceh Singkil: Tim Penyidik Tindak Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Negeri (Kejari) Aceh Singkil bergerak cepat mengusut tuntas dugaan tindak pidana korupsi di lingkungan Dinas Pendidikan Aceh Singkil.

Pada hari Senin, (28/09/2026), Tim Pidsus Kejari Aceh Singkil melakukan penggeledahan di Kantor Dinas Pendidikan Kabupaten Aceh Singkil. Penggeledahan ini dilakukan menyusul ditemukannya indikasi tindak pidana korupsi pada Kegiatan Pengelolaan Dana Pengadaan Seragam Sekolah tingkat TK/PAUD, SD/MI, dan SMP/MTs.

Ironisnya, program pengadaan tersebut bersumber dari Dana Belanja Tidak Terduga (BTT) untuk Tanggap Darurat Bencana Banjir dan Longsor Tahun Anggaran 2025 dengan nilai anggaran mencapai Rp 1.770.250.000,- (Satu Miliar Tujuh Ratus Tujuh Puluh Juta Dua Ratus Lima Puluh Ribu Rupiah).

Operasi penggeledahan berlangsung sejak pukul 10.00 WIB hingga 12.00 WIB dan berjalan dengan lancar dan kondusif. Dalam pelaksanaan tersebut, Tim Penyidik berhasil mengamankan dan melakukan penyitaan terhadap sejumlah dokumen dan berkas-berkas penting yang diyakini memiliki keterkaitan erat dengan aliran dana dan pelaksanaan proyek pengadaan seragam tersebut.

“Penyitaan dokumen ini menjadi bagian penting dalam pengumpulan alat bukti untuk membongkar tuntas pihak-pihak yang bertanggung jawab atas dugaan penyalahgunaan anggaran tanggap darurat bencana,” ujar Kajari Aceh Singkil, melalui Kasi Intelijen Raja Liola Gurusinga, S.H.

Kejari Aceh Singkil menegaskan kegiatan penyidikan masih terus berlanjut. Pihaknya berkomitmen mengusut tuntas perkara ini secara profesional dan transparan, mengingat dana yang diduga disalahgunakan merupakan dana kemanusiaan untuk penanganan bencana.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *