Toko Kelontong di Lamtamot Aceh Besar Terbakar

Petugas sedang melakukan pemadaman terhadap Satu unit toko kelontong milik warga di kawasan Simpang Panca, Gampong Lamtamot, Kecamatan Lembah Seulawah, Kabupaten Aceh Besar, yang terbakar pada Selasa (29/9/2026) sore. Foto: Damkar BPBD Aceh Besar

Habapublik.com, Aceh Besar – Satu unit toko kelontong milik warga di kawasan Simpang Panca, Gampong Lamtamot, Kecamatan Lembah Seulawah, Kabupaten Aceh Besar, terbakar pada Selasa (29/9/2026) sore.

Informasi kejadian diterima petugas pemadam kebakaran pada pukul 17.16 WIB. Toko kelontong yang terbakar diketahui milik Zainab (50) Bangunan usaha tersebut mengalami rusak berat (RB) akibat kebakaran.

Kalaksa BPBD Aceh Besar Ridwan Jamil S. Sos, M. Si membenarkan peristiwa kebakaran tersebut. Ridwan mengatakan, Pos Induk Sibreh menerima informasi terkait kebakaran toko di Simpang Panca, Lamtamot melalui layanan Emergency Call 0811-6713-113.

“Menerima laporan tersebut, petugas langsung bergerak menuju lokasi untuk melakukan penanganan,” ujar Ridwan.

“Berdasarkan informasi, kebakaran diduga disebabkan korsleting listrik yang berasal dari alat pemasak nasi (rice cooker),” tambahnya.

Petugas sedang melakukan pemadaman terhadap Satu unit toko kelontong milik warga di kawasan Simpang Panca, Gampong Lamtamot, Kecamatan Lembah Seulawah, Kabupaten Aceh Besar, yang terbakar pada Selasa (29/9/2026) sore. Foto: Damkar BPBD Aceh Besar

Untuk menangani kebakaran, Damkar BPBD Aceh Besar mengerahkan tiga unit armada dari Pos Saree, Pos Seulimeum dan Pos Jantho.

Mengingat lokasi kejadian berada di kawasan pertokoan yang bangunannya saling berdempetan, petugas segera melakukan pemadaman pada toko yang terbakar sekaligus melakukan pendinginan terhadap bangunan toko di sekitarnya untuk mencegah api menjalar.

Proses pemadaman dan pendinginan berhasil diselesaikan pada pukul 18.55 WIB. Tidak ada korban jiwa dalam musibah tersebut.

Dalam proses penanganan, petugas pemadam kebakaran turut dibantu dan didampingi personel Polsek dan Koramil setempat, serta masyarakat sekitar. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *