Habapublik.com,.Tapaktuan — Adanya keresahan masyarakat akibat munculnya Buaya di aliran sungai Gampong Kedai Padang, Kecamatan Kluet Utara Aceh Selatan, Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) bersama pemerintah desa, tokoh masyarakat dan warga melakukan penanganan di lokasi, Selasa (29/9/2026).
Camat Kluet Utara Alman Paluti, S.STP., mengatakan Penanganan dilakukan sekitar pukul 10.30 WIB melibatkan Kapolsek Kluet Utara Iptu Darwin, perwakilan Danramil 06 Kluet Utara Serda Mediyanto, anggota DPRK Aceh Selatan Arjuna, Keuchik Kedai Padang Raja Inal, tokoh masyarakat Alfa Rahman, serta pawang buaya Wailan alias Nek Yok.l, personel Polsek Kluet Utara, perangkat Desa Kedai Padang dan warga sekitar.
” Berhubung seringnya Buaya menampakan diri di sekitar Aliran Sungai dan menimbulkan keresahan ditengah Masyarakat, Forkopimcam mengambil langkah pengusiran dengan melibatkan pawang Buaya, ” kata Alman Paluti kepada Habapublik.com, Selasa (29/9/2026)
Sebelum melakukan penanganan unsur Forkopimcam bersama pemerintah desa dan tokoh masyarakat terlebih dahulu melakukan koordinasi di Kantor Keuchik Kedai Padang. Koordinasi tersebut membahas langkah penanganan dengan mengutamakan keselamatan masyarakat serta memperhatikan ketentuan terkait keberadaan satwa liar.
Setelah adanya kesepakatan tim gabungan bersama masyarakat menuju lokasi yang dilaporkan menjadi tempat kemunculan buaya.
Di lokasi, pawang buaya Wailan alias Nek Yok melakukan ritual adat yang dimaksudkan untuk mengupayakan agar buaya tersebut meninggalkan aliran sungai dan tidak kembali mengganggu aktivitas masyarakat.
“Apabila dalam waktu satu minggu buaya tersebut kembali terlihat di sekitar sungai dan menimbulkan ancaman bagi masyarakat, akan dilakukan langkah penanganan lanjutan berupa upaya penangkapan dengan berkoordinasi pihak atau instansi yang berwenang, ” pungkas Camat Kluet Utara.(*)












