Habapublik.com, Sabang : Kekuatan Adat Dan Budaya Aceh tak lepas dari tonggak keislaman, tradisi yang di jalankan turun temurun menjadi koridor dalam menjalankan nilai-nilai kehidupan, salah satunya adalah khanduri laot. Prosesi mensyukuri apa yang sudah di raih para nelayan selama setahun penuh lewat makan bersama ini rutin dilaksanakan tiap tahun, kegotong royongan dan kebersamaan hingga terjalin silaturahmi sesama, kental terlihat dalam kegiatan ini.
Panglima Laot Lhok Iboih Sabang Muhammad Abdul Gani membenarkan kegiatan ini menjadi tekad pihaknya agar tradisi tetap terjaga, nilai-niai positif dalam acara ini di harapkan juga akan di serap dan laksanakan para generasi muda nantinya.
“Sebagai masyarakat nelayan, ini bentuk ungkapan rasa syukur atas segala hasil yang telah kita dapatkan dilaut. Dari segi pendanaan kita selalu mengharapkan bantuan seikhlasnya dari masyarakat dan pemilik usaha, sampai terkumpul dana Rp30-40 jutaan, sehingga dapatlah kita laksanakan Khanduri ini,” ujar A.Gani, Kamis (30/5/2024).
Kegiatan biasanya diisi dengan makan Bersama, do’a dan shalawatan dengan turut mengundang para tokoh masyarakat, warga kampung sekitar, termasuk unsur Pemerintahan dan bahkan wisatawan yang sedang menginap di kawasan wisata itu. Dalam rentang waktu 3 hari biasanya area wisata dan nelayan disepakati tidak ada aktifitas, hal ini dilakukan agar kegiatan dapat bersama-sama disiapkan.
Ada 3 fungsi panglima laot yang merupakan pengawal laut di Aceh, seperti menjaga kemanan laut, ekosistem laut, dan adat istiadat. Menurut Sekjen Panglima Laot Aceh Azwir Nazar yang ikut dalam kegiatan itu filososfi dalam khanduri laot sendiri cukup memiliki makna mendalam.
“Diharapkan masyarakat nelayan itu harus selalu kompak, saling melindungi, saling melengkapi, karena ini bukan saja untuk nelayan yang ada dilaut, tapi yang ada didarat, keluarga dan anak-anaknya. Jadi ini bagian dari tradisi dan kearifan lokal kita karena kita ketahui tidak semua kita memiliki nasib yang baik ada masa yang kurang beruntung, dengan Khanduri ini semua kita ajak agar merasakan kita ini keluarga besar yang selalu saling menguatkan,” kata Azwir.
Lestarinya kearifan lokal memang salah satu tugas dari panglima laot, namun seluruh elemen harus memberi kan dukungan sesuai bidang tugas nya masing. Dengan demikian bagian tradisi termasuk panglima laot tidak bekerja sendiri dalam mempertahankan kekayaan tradisi ini.(*)












