Pendidikan kita penuh tipu-tipu, guru sibuk dengan bahan sertifikasinya, kepala sekolah asik dengan olah sana olah sini demi ambisi mempertahankan kekuasaannya, siswa-siswi asik dengan gejolak jiwa mudanya sambil menunggu akhir tahun ke tiga untuk mengambil ijazah “cuma-cumanya”, nilai cukup tinggi, akreditasi lembaga semakin bagus.
Tapi apa? Moral semakin rusak, perilaku semakin bobrok, korupsi, kolusi, nepotisme, narkoba, judi online, pergaulan bebas, balapan liar terjadi di mana-mana. Rusak sudah dunia pendidikan kita, rusak sudah moral generasi muda kita, rusak sudah masa depan bangsa!
“Menyo get ta peulaku, boh labu jeut keu asoe kaya, menyo hana get ta peulaku aneuk teungku jeut keu beulaga” Demikian petuah orang Aceh mengatakan.
Artinya pendidikan adalah penentu masa depan suatu bangsa, jika baik pendidikannya baik pula masa depannya, sebaliknya semakin bobrok pendidikannya, semakin suram pula masa depannya.
Pernyataan bahwa pendidikan yang tidak berintegritas adalah awal dari kehancuran suatu bangsa terkadang bisa saja dilihat sebagai pernyataan yang berlebihan oleh sebahagian pihak, tetapi jika kita melihat akibat-akibat yang ditimbulkan oleh pendidikan yang tidak berintegritas kiranya tidak berlebihan pernyataan tersebut.
Toh mereka yang dididik di dunia pendidikan hari ini adalah cikal bakal pemimpin di masa depan, jika mereka dididik dengan penuh integritas maka mereka akan menjadi pribadi-pribadi yang memiliki kepribadian yang baik, yang senantiasa memegang nilai-nilai kejujuran dan tanggung jawab dalam kehidupannya dikemudian hari.
Demikian sebaliknya mereka yang dididik dengan pendidikan yang penuh dengan praktik-praktik culas maka akan sangat mungkin mereka akan mewarisi perilaku culas tersebut di kemudian hari, hal ini dikarenakan mereka sudah terbiasa dengan lingkungan yang jauh dari nilai-nilai baik yang seharusnya di tanamkan di dunia pendidikan.
Sehingga sangat tepat dan tidak berlebihan rasanya jika dikatakan bahwa pendidikan yang tidak berintegritas adalah awal dari kehancuran suatu bangsa.
Berikut adalah beberapa alasan mengapa pendidikan yang tidak berintegritas bisa menjadi awal kehancuran suatu bangsa:
1. Normalisasi Kecurangan
Ketika kecurangan seperti mencontek atau plagiarisme, manipulasi data, manipulasi nilai, mark up anggaran, korupsi, kolusi dan nepotisme menjadi hal biasa dalam sistem pendidikan, maka suka atau tidak, lambat laun perilaku culas ini akan menumbuhkan kebiasaan manipulatif di kalangan generasi penerus bangsa.
Lalu apa? Pada akhirnya akan menciptakan budaya di mana kecurangan dianggap sesuatu yang normal dan dapat diterima bahkan mungkin dianggap menjadi keharusan untuk mencapai sesuatu yang diinginkan.
2. Korupsi Tumbuh Subur
Individu yang dididik dalam sistem yang korup dan manipulatif akan terbiasa dengan praktik-praktik manipulatif sehingga akan berpotensi dan cenderung membawa praktik buruk ini ke dalam kehidupan profesional mereka di masa depan. Sehingga pada akhirnya hal yang tidak kita inginkanpun akan terjadi yakni menyebarnya korupsi di berbagai sektor kehidupan, terutama di pemerintahan.
Artinya mereka yang dididik dengan sistem yang korup akan tumbuh menjadi pribadi-pribadi yang korup di masa depan, karena hal itu sudah dianggap sebagai sesuatu yang biasa.
2. Kualitas SDM yang Rendah
Pendidikan yang tidak berintegritas akan menghasilkan lulusan yang kurang kompeten dan tidak siap menghadapi tantangan dunia kerja, mereka sudah dimanjakan dengan praktik-praktik culas nan praktis, serba mudah nan manipulatif, sehingga akan mengurangi daya saing bangsa di kancah global yang sangat menuntut integritas.
Selain SDM rendah pendidikan yang tidak berintegritas juga berpotensi melahirkan kesenjangan keterampilan, lulusan yang tidak memiliki keterampilan dan pengetahuan yang sesungguhnya akan sulit berkontribusi secara efektif dalam pembangunan ekonomi dan sosial di masa depan.
3. Hilangnya Kepercayaan Publik
Pendidikan yang penuh dengan tipu-tipu juga akan menimbulkan ketidakpercayaan publik pada Institusi pemerintah, Ketika masyarakat melihat bahwa sistem pendidikan tidak jujur dan tidak adil, mereka kehilangan kepercayaan pada institusi pendidikan, yang dapat meluas ke ketidakpercayaan terhadap institusi lain.
4. Degradasi Nilai-Nilai Moral dan Etika
Pendidikan yang tidak berintegritas juga akan menyebabkan degradasi moral, yakni hilangnya nilai-nilai integritas di kalangan generasi penerus bangsa, yang akan berdampak buruk dalam kehidupan masyarakat, yang berdampak negatif pada semua aspek kehidupan sosial dan politik.
Tipu menipu dianggap biasa, mengambil hak orang lain dianggap wajar saja, saling menindas dianggap sebagai suatu yang biasa-biasa saja, sehingga pada akan menimbulkan keguncangan sosial secara meluas.
Artinya tanpa integritas, pendidikan akan gagal mengajarkan nilai-nilai moral dan etika yang penting, mengakibatkan generasi muda yang kurang memiliki rasa tanggung jawab dan keadilan.
5. Ketidakstabilan Sosial
Ketika sistem pendidikan tidak adil dan tidak transparan, ketidakadilan sosial meningkat, memicu ketidakpuasan dan konflik dalam masyarakat.
Dan adalah sebuah keniscayaan bahwa ketidakadilan dan ketidaksetaraan dalam pendidikan dapat memperparah polarisasi sosial dan ekonomi, memperburuk perpecahan dalam masyarakat.
6. Kemunduran Ekonomi
Pendidikan yang tidak berintegritas akan menyebabkan rendahnya produktivitas, hal ini dikarenakan sumber daya manusia yang tidak kompeten dan tidak memiliki etos kerja yang kuat sehingga akan mengalami ketertinggalan dalam sektor ekonomi dan berbagai lini kehidupan lainnya secara keseluruhan.
Pendidikan yang tidak berintegritas juga berpotensi menyebabkan pengeluaran sosial yang meningkat, negara harus mengeluarkan lebih banyak biaya untuk mengatasi dampak dari pendidikan yang buruk, termasuk pengangguran, kejahatan, dan ketidakstabilan sosial.
Secara keseluruhan, pendidikan yang tidak berintegritas menciptakan serangkaian masalah yang saling terkait dan memperburuk keadaan suatu bangsa. Oleh karena itu, memastikan integritas dalam pendidikan adalah investasi jangka panjang yang sangat penting untuk kesejahteraan dan kemajuan bangsa.
Butuh kerja keras, kerja sama, kesungguhan dan keseriusan serta kepedulian semua pihak baik yang terkait langsung dengan dunia pendidikan seperti Pemerintah melalui disdiknya, pihak sekolah, orang tua dan kita semua sebagai warga negara untuk saling peduli demi menyelamatkan masa depan bangsa.
Hanya dengan itikad baik dan kolaborasi yang baik dari semua pihak insya Allah kita akan mampu menyelamatkan masa depan bangsa, jika kita terus berpura-pura maka tunggulah kehancuran yang lebih besar.(*)
Penulis: Ramadhan Al Faruq, Pemerhati Pendidikan Berdomisili Aceh Besar.












