Budaya  

Tugu Kilometer 0, Ikon Sejarah dan Identitas Sabang

Tugu Kilometer 0 (KM 0) Sabang salah satu simbol yang melambangkan posisi paling barat Indonesia.Foto/Difa

Habapublik.com, Sabang: Tugu Kilometer 0 (KM 0) Sabang merupakan salah satu simbol penting yang melambangkan posisi paling barat Indonesia. Seiring dengan perkembangan sejarahnya, tugu ini telah melalui beberapa perubahan dan lokasi sebelum menjadi ikon yang dikenal saat ini.

Pemerhati Sejarah Kota Sabang Albina Arrahman mengatakan, awalnya tu KM 0 Kota Sabang terletak di pusat Kota, yakni di Tugu Depan Kantor Walikota atau lebih dikenal dengan Tugu Sabang Merauke atau Tugu Kembar.

Sejarah tugu ini bermula pada masa pemerintahan awal Sabang. Pada awal 1960-an, sebuah tugu didirikan di depan Kantor Walikota Sabang. Tugu ini dikenal dengan nama Tugu Sabang-Merauke, yang menggambarkan semangat persatuan dari Sabang di barat hingga Merauke di timur Indonesia. Tugu ini merupakan bentuk simbolis dari kekuatan dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

“Seiring berjalannya waktu, pada tahun 1970-an, tugu depan Kantor Walikota diganti dengan Tugu Garuda. Tugu ini mengusung lambang Garuda Pancasila sebagai representasi dari negara. Tugu Garuda berdiri megah dengan simbol burung Garuda yang melambangkan Pancasila, ideologi negara Indonesia. Perubahan ini sejalan dengan upaya memperkuat simbol nasionalisme di wilayah Sabang,” ujar Albina, Minggu (25/08/2024).

Albina menambahkan, pada akhir 1990-an, perhatian pemerintah dan masyarakat Sabang beralih kepada penempatan tugu yang lebih representatif sebagai penanda titik nol kilometer Indonesia. Maka, Tugu KM 0 Sabang dibangun di lokasi yang lebih strategis di Pantai Iboih, yang dikenal dengan keindahannya serta posisinya sebagai titik paling barat negara. Tugu ini dirancang untuk menandai titik geografis yang merupakan batas barat Indonesia dan sekaligus menjadi salah satu daya tarik wisata.

“Kemudian saat ini, Tugu KM 0 Sabang berdiri kokoh sebagai simbol identitas kota dan negara. Tidak hanya sebagai penanda geografis, tugu ini juga merupakan landmark penting yang sering dikunjungi oleh wisatawan dari berbagai penjuru. Dengan desain yang mencerminkan kebanggaan nasional, Tugu KM 0 Sabang telah menjadi bagian tak terpisahkan dari citra kota Sabang, melambangkan semangat dan persatuan bangsa Indonesia,” tambahnya.

Dari Tugu Depan Kantor Walikota, Tugu Garuda, hingga Tugu KM 0, perjalanan sejarah tugu ini mencerminkan perjalanan sejarah dan identitas kota Sabang. Keberadaan Tugu KM 0 bukan hanya sekadar penanda geografis, tetapi juga simbol kekuatan dan keutuhan NKRI yang terus diresapi oleh masyarakat dan pengunjung.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *