Habapublik.com, Sabang: Aktivitas jual beli di pasar ikan Sabang melambat dalam sepekan terakhir akibat cuaca ekstrem dan hujan terus-menerus. Para pedagang menyebut stok ikan masih aman, namun daya beli masyarakat menurun.
Penjual ikan di Pasar Induk Sabang, Jaelani, mengatakan stok ikan tetap tersedia setiap hari. Menurutnya, kondisi cuaca buruk justru lebih berdampak pada jumlah pembeli yang semakin sedikit.
“Kalau ikan tetap ada walaupun cuaca ekstrem, cuma minat pembeli enggak ada, orang sepi. Harga berbagai jenis ikan masih berada di kisaran standar seperti pekan-pekan sebelumnya,” ujar Jaelani, Kamis (27/11/2025).
Jaelani menyebut beberapa jenis ikan seperti tongkol dan teri masih mudah ditemukan meski jumlahnya menurun. Ia menegaskan pasokan yang ia jual sebagian besar berasal dari nelayan Sabang secara langsung.
“Harga masih standar Bang, tongkol per kilo masih di 25 ribu. Stok ikan memang sedikit berkurang dua hari terakhir, namun masih cukup untuk memenuhi kebutuhan pasar,” jelasnya.
Sementara itu, pedagang udang dan cumi, Munawir, mengatakan kondisi penjualan hasil laut lainnya juga mengalami penurunan. Ia menyebut daya beli masyarakat mulai melemah sejak sekitar satu minggu terakhir.
“Kalau udang sama kayak ikan, ada barangnya tapi orangnya yang kurang. Harga udang dan cumi tetap stabil di kisaran Rp80 ribu hingga Rp100 ribu tergantung ukuran dan kualitas,” ungkapnya kepada Habapublik.com.
Munawir menambahkan, pasokan dari luar daerah seperti Banda Aceh dan Sigli mengalami kendala akibat banjir di sejumlah titik. Kondisi tersebut membuat stok udang yang masuk ke Sabang semakin terbatas dalam beberapa hari terakhir.(*)












