Habapublik.com, Aceh Besar – Selama Badan penyuluhan pertanian (BPP) kecamatan di alihkan status ASN ke Kementrian Pertanian Republik Indonesia keresahan masyarakat khususnya petani mulai terasa terutama untuk mendapatkan Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi.
Seperti yang diutarakan M. Saleh salah satu ketua Blang di kecamatan Leupung, Aceh Besar selama musim panen tahun ini pihaknya mengunakan alat pertanian mesin pemotong padi atau combine harvester.
“Hal ini kami lakukan untuk mempercepatkan proses panen padi dan harga operasional nya lebih murah dan cepat dari pada kita lakukan dengan sistem panen secara manual,”ujarnya Jumat (20/2/2026).
Menurutnya, yang jadi kendala di lapangan susah nya mendapatkan BBM bersubsidi di karena tidak ada lagi tempat buat surat rekomendasi untuk mendapat BBM bersubsidi alat pertanian yang tahun lalu surat tersebut didapatkan dari BPP.
“Kami terpaksa membeli BBM Solar dengan harga di atas harga industri yang diperoleh dari pengusaha mobil truk dengan harga mahal dan persediaan terbatas,”jelas M Saleh kepada Habapublik.com.
Ia mengaku pernah tanya ke kantor BPP Kecamatan Leupung, katanya mareka tak bisa mengeluarkan lagi rekom , perihal ini sekarang sudah di limpahkan ke Dinas Pertanian Kabupaten Aceh Besar.
“Kami hubungi Dinas Pertanian kabupaten Aceh Besar kata mereka terkait hal ini belum ada arahan dari atasan untuk mengeluarkan surat rekomendasi tersebut,”tambah M Saleh.
Sementara Fuadi Razali ketua Kelompok Tani Asoe Nanggroe kecamatan Lhoknga mengharapkan kepada dinas pertanian kabupaten Aceh Besar supaya dapat mencari solusi secepatnya mengingat sekarang sudah mulai musim panen padi.
“Dengan masuk musim panen padi maka pengunaan BBM bersubsidi tersebut sudah sangat butuhkan para petani yang mengunakan alat mesin pertanian untuk proses pemanenan,”demikian Fuadi.(*)












