Harga Ikan Anjlok, Nelayan Sabang Tidak Melaut

Sejumlah Boet Nelayan Lhok Pasiran Gampong Kuta Timu Sukakarya Sabang berhenti melaut. Foto ini diambil Senin (15/1/2024).(Foto/Difa).

Habapublik.com, Sabang : Hasil tangkapan nelayan selama satu bulan terakhir melimpah, sehingga para nelayan di Kota Sabang menjual ikan dengan harga yang sangat rendah. Hal ini menyebabkan nelayan terpaksa menunda melaut selama beberapa hari kedepan guna mencegah kerugian biaya operasional.

Salah satu Nelayan Lhok Pasiran Gampong Kuta Timu Sukakarya Sabang Hendra menjelaskan, dengan rendahnya harga jual ikan tersebut, tidak menutupi kebutuhan para nelayan dalam melakukan aktivitas penangkapan ikan. Pada hari biasa nelayan mendapatkan ikan sebanyak 3-4 ton habis terjual dengan harga Rp.15ribu-20ribu/kgnya, sementara selama banjir tangkapan, hanya dapat membawa stok ikan masing-masing 2 ton saja, dijual dengan harga Rp.2ribu-4ribu/kgnya.

“Sementara ini kami terpaksa libur, mogok dan berhenti dulu untuk melaut, seluruh boat di wilayah Pasiran ini diminta oleh Panglima Laot untuk naik pukat, paling tidak selama seminggu, karena harga jual ikan anjlok sekali. Di laut memang sedang banyak ikan, baik Sabang maupun Banda Aceh, namun kita disini daya beli sudah menurun, ikan dijual dengan harga Rp.2ribu-3ribu/kgnya,” ujar Hendra, Senin (15/1/2024).

Ia mengatakan, Akibat terlalu banyaknya stok ikan yang didapatkan nelayan selama sebulan terakhir ini, maka penampung ikan maupun pasar yang ada di wilayah tersebut tidak mampu lagi menampung ikan, sehingga menyebabkan ikan busuk dan terbuang.

“Jadi selama ini ikan banjir, penampung ikan di Sabang tidak bisa lagi menampung ikan, bahkan ada yang sampai terbuang. Karena kita belum ada Gudang pembeku ikan, hanya dikasih es biasa, kemudian ikannya busuk dan akhirnya terbuang,” tambahnya.

Hendra berharap, kedepannya Pemerintah dapat mengupayakan berfungsinya kembali gudang pembeku ikan yang ada di Kota Sabang. “Hal ini sangat penting karena akan menjamin terpeliharanya kualitas ikan hasil tangkapan nelayan hingga tiba ditangan para pelaku industri hasil perikanan dan pasar umumnya serta menjaga stabilitas harga ikan,”pungkasnya.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *