Mantapkan Lahan Pangan dan Penanganan Stunting, Distanpangan Sabang Gelar Pelatihan P2L

Dinas Pertanian dan Pangan (Distanpangan) Kota Sabang mengadakan pelatihan tematik Pekarangan Pangan Lestari (P2L), kegiatan ini dikoordinasi oleh Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura. Foto/Difa.

Habapublik.com, Sabang : Dinas Pertanian dan Pangan (Distanpangan) Kota Sabang mengadakan pelatihan tematik Pekarangan Pangan Lestari (P2L), kegiatan ini dikoordinasi oleh Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura. Program P2L merupakan inisiatif pemerintah untuk menangani prioritas intervensi stunting serta mengatasi daerah rawan/rentan pangan dan memantapkan lahan pangan.

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kota Sabang, Fakri, SE, MAP, mengatakan, pelatihan ini merupakan langkah strategis untuk memberdayakan masyarakat dalam pemanfaatan lahan yang ada. Tujuan utamanya yakni agar masyarakat Sabang dapat memanfaatkan lahan pekarangan, lahan tidur, dan lahan kosong yang tidak produktif sebagai penghasil pangan.

Jika program tersebut telah berjalan, tentunya dapat memenuhi kebutuhan pangan dan gizi rumah tangga serta berorientasi pasar untuk meningkatkan pendapatan rumah tangga. Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan untuk meningkatkan partisipasi masyarakat dalam penanggulangan kerawanan pangan dan gizi.

“Kami berharap melalui program P2L, masyarakat dapat lebih mandiri dalam memenuhi kebutuhan pangan dan meningkatkan kesejahteraan mereka. Selain itu, program ini juga sangat berperan penting dalam upaya penanggulangan stunting di Kota Sabang,” ujar Fakri, Kamis (04/07/2024).

Fakri menambahkan, dalam pelatihan ini melibatkan sebanyak delapan kelompok baru penerima manfaat P2L, yakni Kelompok Tani Tunas Baru Gampong Balohan, Kelompok Tani Semangat Tani Gampong Cot Abeuk, Kelompok Wanita Tani Bahayangkari Gampong Ie Meule, Kelompok Wanita Tani Krueng Raya Gampong Krueng Raya, Kelompok Tani Baru Tabina Gampong Paya Seunara. Serta Kelompok Tani Asoe Nanggroe Gampong Batee Shoek, Kelompok Tani Ingin Jaya Gampong Batee Shoek dan Kelompok Wanita Tani Selako Gampong Iboih.

“Dengan pelatihan ini, seluruh peserta dapat menerapkan ilmu yang didapat untuk memanfaatkan lahan yang tersedia dengan optimal, sehingga dapat meningkatkan ketahanan pangan dan kesejahteraan masyarakat secara keseluruhan,” tutupnya.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *