Angka Stunting di Wilayah Sukakarya Sabang Menurun

Angka Stunting di Wilayah Sukakarya Sabang Menurun

Habapublik.com, Sabang : Puskesmas Sukakarya Kota Sabang mencatat pecapaian luar biasa dalam penurunan angka stunting pada tahun 2024 ini. Berdasarkan hasil Survei oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, angka stunting di kecamatan tersebut mengalami penurunan signifikan, pada tahun 2023 lalu angka stunting masih di 10,2 persen, dan saat ini menurun menjadi 8,6 persen.

Kepala Puskesmas Sukakarya Kota Sabang Fadhiah Hanum menjelaskan, penurunan tersebut merupakan hasil kerja keras Pemerintah Kota Sabang, khususnya petugas kesehatan di Puskesmas tersebut. Penurunan tersebut menurun dari jumlah sasaran sebanyak 1.186 anak, anak stunting sebanyak 103 anak.

“Alhamdulillah angka stunting kit aitu terus menurun setiap tahunnya, tahun lalu terdata 10,2 dan saat ini 8,6 persen, jadi jumlah anak yang menderita stunting itu ada 103 anak. Sementara untuk jumlah ibu hamil di wilayah Sukakarya yang terdata ada 12 orang serta wasting sebanyak 41 persen,” ujar Fadhiah, Sabtu (13/06/2024).

Selama ini pihaknya telah berupaya keras dalam menurunkan prevalensi stunting di Kota Sabang, dengan mengoptimalkan dan mengefektifkan peran Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu). Serta melakukan Gerakan intervensi serentak pencegahan stunting bagi para calon pengantin, tujuannya untuk memastikan para catin dan orang tua mendapatkan edukasi yang baik terkait stunting.

“Kita intervensi dari stunting sudah memberikan PMT pemulihan yaitu pangan lokal yang sudah kita berikan sejak sebulan yang lalu, sementara ditahun 2023 sudah kita berikan selama 90 hari. Selain dari itu kita juga melakukan penimbangan, pengukuran setiap bulan di Posyandu, kemudian juga melakukan kunjungan kerumah-rumah warga untuk mengecek kondisi anak secara langsung,” ujarnya.

Selain upaya tersebut, kedepannya pihaknya juga akan terus gencar memberikan edukasi atau pelatihan gizi seimbang dan memberikan tablet tambah darah (FE) untuk remaja putri disekolah, mengadakan kelas khusus untuk wanita, serta kelas khusus ibu hamil. Hal ini dilakukan tentunya sebagai upaya untuk pencegahan stunting sejak dini, dan menjadikan wilayah Sukakarya kedepannya menjadi wilayah dengan Nol Stunting.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *