Atlet Cabor Panahan PON XXI Keluhkan Terlambat Terima Konsumsi

Penanggung jawab Cabor Panahan PON XXI Prof Dr Nyak Amir M.Pd (dua kanan) didampingi panitia lainnya memimpin Technical Meeting di Aula SMAN 3 Banda Aceh, Senin (9/9/2024). Foto/Syahril Ahmad.

Habapublik.com, Banda Aceh: Para atlet Cabang Olahraga Panahan Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI dari sejumlah Provinsi mengeluhkan terlambatnya pendistribusian konsumsi nasi maupun snack baik di penginapan maupun di venue panahan Komplek Stadion Harapan Bangsa, Banda Aceh.

Keluhan tersebut disampaikan manajer dan official Cabor Panahan PON XXI dari sejumlah provinsi pada acara Technical Meeting di Aula SMAN 3 Banda Aceh, Senin (9/9/2024).

Penanggung jawab Cabor Panahan PON XXI Prof Dr Nyak Amir M.Pd kepada wartawan mengatakan, Alhamdulillah technical meeting PON XXI tahun 2024 yg diikuti 207 atlet utusan 31 provinsi/kontingen tambah 4 atlet dari IKN berjalan aman dan lancar sesuai agenda.

“31 provinsi tersebut adalah mereka yang telah mengikuti Prakualifikasi PON dari 38 Provinsi ditanah air sehingga 7 provinsi di tanah belum berhak mengirimkan atletnya,”ujar Nyak Amir usai technical meeting.

Dalam technical meeting sudah menyampaikan kondisi faktual sarana pendukung seperti tim dopping, tim kesehatan, mushalla, sekretariat, tim kebersihan dan mck serta dibantu tenaga LO.

Sejumlah kontingen khususnya cabor Panahan mengeluhkan tentang terlambatnya pendistribusian konsumsi sarapan pagi sehingga sangat menganggu kosentrasi atlet yg datang dari seluruh Indonesia.

“Kita berharap agar PB PON dapat memberikan konsumsi pagi di tempat penginapan pukul 06.00 Wib karena mereka pukul 07.00 Wib harus berangkat ke venue di komplek Stadion HB,”kata Prof Nyak Amir yang juga Ketua Umum Pengprov Perpani Aceh.

Kecuali itu kata Nyak Amir untuk snack dan konsumsi nasi siang kiranya dapat diantar tepat pada waktunya ke venue panahan, kalau tidak diantar tepat waktu akan menganggu kondisi atlet karena tidak.adanya asupan sehingga menurun stamina.

Terlambatnya pendistribusian konsumsi sebut Nyak Amir tidak hanya dialami atlet tamu tapi hal yang sama juga dialami oleh para atlet Panahan tuan rumah Aceh

“Untuk itu kami berharap kepada pemerintah Aceh melalui PB PON dapat memperhatikan penuh keluhan tersebut karena saat technical meeting itu isu utama yang dibahas,”pintanya.

Sedangian terkait teknis pertandingan tidak banyak dibahas karena para manajer dan official sudah paham semuanya apalagi sudah pernah disampaikan pada pertemuan-pertemuan sebelumnya.

Ia menambahkan, hingga satu hari dimulai pertandingan masih ada 5 provinsi yang belum mendapat id card, namun hal ini sudah teratasi jelang dimulainya pertandingan.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *