Ragam  

Judi Online dan Kekerasan Picu Perceraian di Sabang

Gedung Kantor Mahkamah Syar’iyah Sabang. Foto/Difa.

Habapublik.com, Sabang : Fenomena perceraian di Sabang menunjukkan tren meningkat dengan penyebab yang semakin kompleks. Tidak hanya faktor ekonomi, tetapi juga perjudian online, kekerasan verbal, dan ketimpangan peran dalam rumah tangga menjadi pemicu utama.

Humas Mahkamah Syar’iyah Sabang, Dr. Mira Maulidar, S.H.I., M.H., menjelaskan bahwa penyebab konflik rumah tangga kini tidak hanya soal ekonomi, melainkan juga perilaku digital yang merusak. Judi online menjadi salah satu faktor baru yang memperparah keretakan rumah tangga.

“Suami yang kecanduan judi online sering kali mengabaikan tanggung jawab keluarga, sehingga memicu pertengkaran hebat. Selain itu, kekerasan verbal dan perselingkuhan juga masih menjadi penyebab utama perceraian di kota ini,” ujar Mira, Jumat (01/08/2025).

Data Mahkamah Syar’iyah mencatat sepanjang Januari hingga Juni 2025, 20 perkara perceraian diterima, sebagian besar akibat perselisihan yang berlarut-larut. Pasangan usia produktif 30-50 tahun paling banyak mengajukan gugatan, menghadapi tekanan ekonomi dan sosial yang berat.

“Pasangan usia produktif rentan mengalami konflik karena tekanan ganda dari ekonomi dan tuntutan sosial yang tinggi. Komunikasi yang buruk dan pola hidup tidak sehat seperti judi online memperburuk kondisi rumah tangga,” jelasnya.

Sepanjang 2024, Mahkamah Syar’iyah Sabang menerima 61 perkara perceraian dengan mayoritas kasus karena perselisihan terus-menerus. Pengadilan terus mendorong proses mediasi sebagai upaya penyelesaian damai sebelum keputusan hukum dijatuhkan.

Mira mengimbau masyarakat untuk membangun komunikasi sehat dan menghindari kebiasaan buruk agar rumah tangga tetap harmonis. Ia menegaskan perceraian sebaiknya menjadi pilihan terakhir jika semua upaya perbaikan sudah ditempuh.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *