Madrasah di Sabang Terapkan E-Ijazah, Operator Ikuti Pelatihan Khusus

Kantor Kementerian Agama Kota Sabang terus memperkuat sistem digitalisasi pendidikan madrasah melalui pelatihan operator PDUM dan EMIS. Foto/Difa.

Habapublik.com, Sabang : Kantor Kementerian Agama Kota Sabang terus memperkuat sistem digitalisasi pendidikan madrasah melalui pelatihan operator PDUM dan EMIS. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kualitas pengelolaan data ijazah secara elektronik.

Kasi Pendidikan Madrasah, Hj. Nuranifah, S.Ag, M.Pd, menjelaskan, pelatihan yang diikuti sekitar 24 peserta ini menjadi langkah strategis untuk menghindari kesalahan pengelolaan data ijazah. Selain itu, sosialisasi juga diberikan agar operator memahami tugas dan fungsi dalam pengelolaan data digital.

“Kita juga ada kegiatan pelatihan untuk operator PDUM dan EMIS, dimana hari ini kita mencetak ijazah berdasarkan e-ijazah, tidak lagi manual, tulis tangan, tapi ijazah itu terdata dari awal siswa masuk selama tiga tahun,” ujar Nuranifah, Jumat (08/08/2025).

Menurut Nuranifah, Kegiatan ini juga diisi dengan materi dari Katim Kurikulum Evaluasi Kemenag Provinsi Aceh yang mengedukasi peserta terkait teknis pencetakan e-ijazah. Pelaksanaan pelatihan berlangsung secara bertahap dengan waktu yang sudah dijadwalkan.

“Jadi itu mungkin perlu kita sosialisasikan juga kepada operator-operator PDUM kita, agar mereka tidak salah dalam melaksanakan tupoksi mereka.” Hal ini menegaskan pentingnya peran operator dalam menjaga akurasi data madrasah.

Saat ini operator yang dimiliki Kemenag Kota Sabang dari 10 madrasah di Kota Sabang. Sebagian madrasah besar memiliki tiga operator, sementara madrasah kecil memiliki dua operator.

Digitalisasi ijazah ini diharapkan dapat memudahkan pengelolaan administrasi pendidikan dan meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap sistem madrasah. Selain itu, penerapan e-ijazah juga mendukung transparansi data pendidikan yang lebih baik.

Ke depan, Kemenag Kota Sabang berkomitmen untuk terus melakukan pembinaan dan pelatihan serupa guna memastikan seluruh operator madrasah menguasai teknologi terbaru dalam pengelolaan pendidikan. Hal ini sejalan dengan upaya pemerintah dalam memodernisasi layanan pendidikan nasional.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *