Habapublik.com, Aceh Besar: Kantor Kementerian Agama Kabupaten Aceh Besar melalui Seksi Bimbingan Masyarakat Islam menyelenggarakan kegiatan pembinaan dan revitalisasi Badan Kesejahteraan Masjid (BKM) yang dirangkai dengan pelatihan manajemen masjid, Rabu (10/09/2025) di Aula Pondok Pesantren Al Manar Cot Irie, Krueng Barona Jaya. Kegiatan ini kemudian dilanjutkan dengan kunjungan studi tiru ke Masjid Oman Al Makmur Lampriet, Banda Aceh, yang dikenal sebagai salah satu masjid percontohan tingkat nasional.
Acara dibuka oleh Kepala Kantor Kemenag Aceh Besar H. Saifuddin, SE dan turut dihadiri Wakil Bupati Aceh Besar Drs. Syukri A. Jalil, Ketua BWI Aceh Prof. Dr. Fauzi Saleh, Ketua BWI Aceh Besar Drs. Salahuddin, M.Pd., serta sejumlah tokoh dan unsur terkait lainnya. Sebanyak 40 pengurus BKM dari berbagai masjid di Aceh Besar mengikuti kegiatan ini dengan penuh antusias.
Menurut Kasi Bimas Islam Kemenag Aceh Besar, H. Khalid Wardana, S.Ag., M.Si, kegiatan ini bertujuan untuk mengembalikan sekaligus memperkuat fungsi masjid sebagai pusat ibadah, pendidikan, sosial, dan kesejahteraan umat. “Dengan pengelolaan yang profesional, penerapan standar pelayanan modern, serta manajemen organisasi yang transparan, masjid dapat menjadi daya tarik jamaah sekaligus membina generasi muda agar terpaut dengan masjid,” ujarnya.
Pelatihan menghadirkan tiga narasumber yaitu Drs. Salahuddin (Ketua BWI Aceh/praktisi wakaf), Dr. Akhyar, M.Ag. (praktisi organisasi masjid), serta H. Fauzan Zakaria, SE., M.Si. (praktisi keuangan/BKM Masjid Oman Al Makmur). Materi yang disampaikan mencakup administrasi kelembagaan, sistem keuangan transparan dan akuntabel, wakaf produktif, manajemen program keagamaan, hingga strategi pemberdayaan jamaah.
Sebagai bagian dari kegiatan, peserta diajak langsung melakukan studi tiru ke Masjid Oman Al Makmur Lampriet. Masjid ini merupakan peraih Penghargaan Terbaik III dalam Anugerah Masjid Percontohan & Ramah (AMPeRa) 2024 untuk kategori Masjid Ramah Dhuafa dan Musafir tingkat nasional, serta sebelumnya meraih gelar Masjid Teladan Terbaik II Tingkat Nasional pada tahun 2020. Peserta mempelajari tata kelola administrasi, sistem keuangan, serta program syiar keagamaan yang diterapkan di masjid tersebut.
Salah seorang peserta, Baihaqi dari BKM Masjid Besar Baitul Makmur Sibreh, mengaku mendapatkan banyak wawasan baru. “Pelatihan ini membuka pandangan kami bahwa masjid harus terus berinovasi dalam menghidupkan kegiatan keagamaan, serta menjaga amanah jamaah melalui tata kelola yang transparan dan profesional,” ungkapnya.
Dengan jumlah lebih dari 300 masjid di Kabupaten Aceh Besar, kegiatan ini diharapkan menjadi momentum penting untuk memperkuat peran masjid sebagai pusat peradaban umat, mempererat silaturahmi antarjamaah, serta mendorong terciptanya kesejahteraan masyarakat berlandaskan syariat Islam.(*)












