Habapublik.com, Sabang : Lanudal Sabang bersama warga Ujong Kareung menggelar doa bersama untuk mengenang para prajurit TNI AL korban jatuhnya pesawat Nomad P-833. Acara berlangsung di BM Café Ujong Kareung, dengan suasana penuh keharuan.
Komandan Lanudal Sabang, Letkol Laut (P) Iwan Purwanto, menyebut kegiatan ini sebagai bentuk penghormatan atas pengorbanan para prajurit.
Menurutnya, peristiwa 2007 itu meninggalkan duka mendalam sekaligus menjadi pengingat tentang beratnya tugas menjaga kedaulatan laut.
“Doa ini kita panjatkan untuk para pahlawan yang gugur dalam musibah Nomad P-833. Mereka adalah Lettu Laut (P) Eri Sambudi, Letda Laut (P) Aris Supitoyo, Serma MPU F. Yudhi Sumbakwan, Mayor Laut (P) Suwito, dan PNS Trianda,” ungkapnya, Jumat (26/09/2025).

Selain mengenang yang gugur, doa juga dipersembahkan untuk dua personel selamat yakni Sertu MPU Slamet Agustono dan Kls MPU Agus Riadi. Kedua prajurit itu diharapkan senantiasa diberi kesehatan serta kekuatan dalam melanjutkan pengabdian.
“Doa kita juga untuk mereka yang selamat agar tetap tegar menghadapi kehidupan setelah musibah besar itu. Semua pengorbanan ini menjadi bagian dari sejarah pengabdian TNI AL di Sabang,” tambahnya.
Tradisi Khanduri Laot turut mewarnai kegiatan sebagai simbol doa dan harapan masyarakat pesisir. Melalui tradisi ini, warga mendoakan keselamatan di laut sekaligus menunjukkan solidaritas mendalam terhadap para prajurit penjaga samudera.
Kebersamaan antara Lanudal Sabang dan masyarakat terlihat hangat dalam acara tersebut. Doa bersama ini menjadi bukti bahwa pengorbanan para prajurit Nomad P-833 tidak pernah dilupakan dan akan selalu hidup dalam ingatan kolektif warga Sabang.(*)












